WeChat sempat diisukan akan dikenai biaya akibat makan banyak bandwith sehingga tidak menguntungkan operator.
- Tim WowKeren
- Senin, 08 April 2013 - 13:46 WIB
WowKeren - Aplikasi instant messaging WeChat dikabarkan bakal menarik biaya bagi pengguna layanannya. Pihak Tencent selaku pengembang WeChat pun langsung membantah isu tersebut.
Isu WeChat tersebut muncul saat Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi China, Miao Wei, mengatakan Tencent mendapat tekanan dari operator seluler untuk mulai mengenakan biaya kepada pengguna. Pasalnya, aplikasi ini dinilai memakan banyak bandwidth internet sehingga tidak menguntungkan operator.
Kini CEO Tencent, Liu Chiping, menegaskan bahwa layanan WeChat mereka tetap gratis untuk pengguna. Dalam sebuah forum di China, ia mengatakan bahwa perusahaannya tidak mungkin membebankan biaya apapun karena pengguna sudah membayar akses internet.
Sebuah polling menyebutkan 90 persen pengguna internet di China menyatakan akan berhenti pakai WeChat jika diharuskan bayar lagi. Sebab pengguna merasa rugi harus membayar dua kali, untuk ongkos internet dan penggunaan WeChat. Apalagi ada alternatif layanan messaging lainnya yang juga bagus seperti Weibo dan Mi Chat.
Wechat meraih popularitas yang tinggi di kalangan pengguna mobile di China. Menurut Tencent, layanannya itu sudah meraup 300 juta lebih pengguna pada tahun lalu. Kini WeChat baru saja meluncurkan aplikasinya untuk BlackBerry setelah sebelumnya hadir di iOS dan Android.
Layanan instant messaging kini semakin gencar berpromosi di pasar Indonesia melalui berbagai iklannya. WhatsApp, LINE, KakaoTalk dan WeChat merupakan yang paling populer di Tanah Air dengan berbagai keunggulan masing-masing. Baru-baru ini WhatsApp diisukan bakal dibeli oleh Google.
(wk/)