Meski tak terlihat namun ternyata kondom tersebut memiliki lubang mikroskopis dan mudah pecah yang rentan menularkan penyakit seksual.
- Tim WowKeren
- Selasa, 23 April 2013 - 14:24 WIB
WowKeren - Pemerintah Ghana memutuskan menarik 110 juta kondom yang diimpor dari China. Hal itu dilakukan setelah tes laboratorium menunjukkan produk tersebut ternyata cacat.
Thomas Amedzro, kepala unit pengawasan obat, mengatakan kondom-kondom tersebut diimpor dari pabrik di China melalui Kenya. Namun ternyata kualitasnya tak layak pakai berdasarkan uji laboratorium. "Kondomnya berlubang dan...mudah pecah," kata juru bicara Lembaga Pengawas Obat dan Makanan (FDA) setempat.
Ratusan juta kondom tersebut dibagikan gratis untuk memerangi penyebaran HIV/AIDS oleh Badan Kesehatan Ghana. Menurut data PBB, sekitar 230 ribu warga Ghana, yang berpenduduk 25 juta jiwa itu, terinfeksi AIDS.
Sekitar 200 juta kondom cacat diyakini sudah telanjur diimpor ke negara tersebut. FDA memperingatkan bahwa kondom bermasalah ini tetap bisa menularkan penyakit seksual atau mengalami kehamilan tak diinginkan. Sebab kondom yang dites ternyata penuh lubang tak kasat mata, tetapi jelas di bawah kaca mikroskop.
"Ada yang terlewat, ada kondom yang tidak diserahkan seperti disyaratkan untuk diuji lebih dulu," ucap Thomas dalam siaran BBC Focus on Africa. "Sejak dikeluarkannya peringatan ini banyak organisasi maupun individu yang melaporkan pada kami memiliki kondom tersebut untuk diserahkan."
(wk/)