Namun manajemen Persiwa Wamena memastikan mereka akan mengajukan banding atas hukuman yang dijatuhkan Komdis PSSI itu.
- Tim WowKeren
- Rabu, 24 April 2013 - 21:49 WIB
WowKeren - Gelandang serang Persiwa Wamena, Edison Pieter Romaropen, benar-benar kena batunya. Beberapa jam lalu Komisi Disiplin PSSI telah menjatuhkan sanksi yang cukup berat setelah dia melakukan pelanggaran. Sanksi itu berupa skors seumur hidup.
Komdis PSSI menjatuhkan sanksi larangan aktif di kegiatan sepakbola seumur hidup kepadanya karena dia dianggap bersalah telah melakukan pemukulan brutal terhadap wasit Muhaimin sampai masuk rumah sakit saat timnya berhadapan dengan Pelita Bandung Raya, Minggu (21/4/2013) lalu. Hukuman ini dikeluarkan setelah Komdis melakukan investigasi melalui rekaman video pertandingan dan keterangan dari pangawas pertandingan.
Namun manajemen Persiwa Wamena memastikan akan mengajukan banding atas hukuman tersebut. Mereka menganggap sanksi tersebut terlalu berat. "Hukuman seumur hidup terlalu berat, walau tidak dibenarkan memukul wasit. Namun harus ditanyakan sebab dari dia memukul, terbukti melalui rekaman video, dengan memanggil dulu terdakwa," lanjut Agus Santoso.
Menurut Agus, Pieter telah mengakui kesalahannya. Untuk itu pihaknya akan mencoba melakukan banding dalam waktu dekat. "Pieter sudah menyatakan penyesalan bahwa dia telah melakukan tindakan tidak sportif, itu merugikan diri sendiri dan merugikan tim. Maka kami akan mengajukan banding kalau memang benar begitu."
"Kami sendiri belum melakukan permintaan maaf kepada wasit Muhaimin. Karena saya tidak tahu kontak wasit Muhaimin," lanjutnya. "Dalam kesempatan ini saya mewakili masyarakat sepakbola, saya minta maaf kepada Muhaimin karena pemain kami telah melakukan pemukulan."
(wk/)