Kata tweet ditambahkan untuk OED bulan Juni yang berfungsi sebagai kata kerja dan kata benda meski belum berusia 10 tahun.
- Tim WowKeren
- Senin, 17 Juni 2013 - 13:37 WIB
WowKeren - Jejaring sosial tampaknya sudah benar-benar diakui menjadi sebuah budaya dan aktivitas keseharian. Kamus Oxford English Dictionary (OED) edisi terbaru secara resmi memasukkan kata "tweet".
Chief Editor OED, John Simpson, mengumumkan kata tweet ditambahkan untuk OED bulan Juni yang berfungsi sebagai verb (kata kerja) dan noun (kata benda). John juga mengatakan sebenarnya penambahan ini melanggar salah satu peraturan OED. "Sebuah kata harus sudah eksis selama 10 tahun sebelum dipertimbangkan masuk kamus. Namun, kata ini (tweet) nampaknya terus makin populer," ucapnya.
Kata "tweet" sendiri sebenarnya sudah ada di kamus sejak 1851 namun diartikan sebagai kicauan burung. Sedangkan yang sekarang memiliki tambahan arti baru, termasuk "membuat sebuah posting di layanan jejaring sosial Twitter" dan "menggunakan Twitter secara sering".
Menariknya, "tweet" baru masuk sekarang padahal kata "retweet" sudah masuk kamus sejak 2011. "Retweet" ini juga terkait Twitter, yakni kata kerja yang berarti melanjutkan pesan di Twitter. Tidak ada keterangan kenapa kata retweet dan tweet tidak masuk bersamaan.
Selain "tweet" dan "retweet", OED telah memasukkan beberapa kata lain yang berhubungan dengan internet dan teknologi. Tercatat ada kata big data, mouseover, e-reader, sexting, dan cyberbullying juga sudah ada di dalam kamus OED.
(wk/)