Review: 'Man of Steel', Lahirnya Superman di Era Modern
Film

Sutradara Zack Synder berusaha membuat Superman terasa lebih modern dan nyata di 'Man of Steel',

WowKeren - Semenjak dituangkan ke layar lebar pada tahun 1978, Superman menjadi sosok superhero yang semakin melegenda di seluruh dunia. Kisah cowok culun yang berganti kostum di boks telepon dan celana dalam merah menjadi ikon yang sangat melekat dengan karakter Superman. Sayangnya, penonton tak akan bisa menemukan itu semua di "Man of Steel".

Diawali dengan kisah kelahiran Kal-El (Henry Cavill) di tengah bencana yang melanda Planet Krypton, ia harus berpisah dengan bapak ibunya. Kal-El lalu dikirim ke Planet Bumi dan ditemukan oleh pasangan suami-istri yang menamainya Clark. Berbagai kejadian aneh membuat Clark sadar bahwa ia memiliki kekuatan super dan berasal dari luar Bumi. Konflik pun menjadi semakin rumit dengan kedatangan Jenderal Zod yang ingin membangun kembali Krypton dengan menghancurkan Bumi.

Sutradara Zack Synder nampaknya menepati janjinya untuk membawa nuansa modern di film Superman kali ini. Ketika menonton "Man of Steel", penonton akan dibuat merasakan apa yang akan terjadi jika pria seperti Superman benar-benar ada diantara kita di dunia modern seperti sekarang. Kehebohan di dunia maya, berita tentang Superman yang menghiasi headline-headline media, semuanya membuat film ini terasa lebih nyata dan membumi.

"Ini adalah versi Superman di era modern," ujar Zack Snyder saat itu. "Bukannya kami mengkhianati kisah Superman, tapi ini lebih terasa pas dengan realita yang ada."

Pertanyaannya adalah, apakah strategi Zack ini berhasil? Dengan menghilangkan sejumlah ikon-ikon yang melekat pada kisah Superman, termasuk kryptonite, Zack memang berhasil membuat kisah Superman terasa lebih modern. Namun, fans mungkin tetap merasa ada sesuatu yang hilang dari film ini.


Zack juga berusaha menunjukkan kesan 'modern' ini dengan menampilkan spesial efek ala "Transformers" di "Man of Steel". Semua unsur dan spesial efek di film ini digambarkan dengan sangat detil. Namun, sajian spesial efek canggih secara nonstop mungkin malah membuat film ini terasa sedikit menjemukan.

Hanya membuat kagum sesaat tapi di balik itu semua, Zack Synder tak berhasil mengaduk-aduk emosi penonton. Semuanya terkesan datar, tak ada humor segar yang membuat penonton tertawa terbahak-bahak atau aksi yang membuat jantung berdegup kencang. "Man of Steel" malah menjadi sekedar film science-fiction tentang alien melawan alien di Planet Bumi.

Yang menarik, penonton akan bisa merasakan sedikit sentuhan Christopher Nolan di film ini. Kemunculan dan teror yang disebarkan Jenderal Zod (Michael Shannon) mengingatkan kita pada penjahat-penjahat di trilogi film Batman. Sayangnya, tak ada momen yang terlalu mengesankan di film ini sehingga membuat kita mungkin langsung melupakannya begitu keluar dari bioskop.

Rating: 7/10

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!