Tower setinggi 187 m di Hong Kong itu akan meniru model persawahan tradisional dengan menggunakan teknik menanam hidroponik.
- Tim WowKeren
- Senin, 22 Juli 2013 - 09:47 WIB
WowKeren - China memiliki daratan sangat luas namun kekhawatiran akan masa depan pertanian tetap ada. Untuk mengatasi kekurangan lahan dan produksi, China memiliki ide untuk memperluasnya dengan cara baru. Mereka akan membuat lahan pertanian dengan bentuk vertikal.
Lahan pertanian ini rencananya akan dibangun sebagai tower yang menjulang ke langit. Namun pencakar langit setinggi 187 meter itu dikhususkan untuk menanam sayur dan buah. Proyek ambisius ini akan dibangun di Tai Po, Hong Kong, setelah melihat pertumbuhan penduduk yang terus menggerus lahan pertanian.
Tim arsitek yang menangani tower pertanian ini adalah JAPA asal Spanyol dengan menggunakan bahan daur ulang. Struktur lantainya mengambil ide persawahan tradisional China sehingga posisinya akan dibuat bisa menerima sinar matahari sebanyak mungkin. Selain itu penggunaan tanah akan diminimalisir diganti dengan tanaman hidroponik.
Meski khusus untuk bercocok tanam namun tower ini akan memperbolehkan pengunjung masuk untuk mempelajari pertanian. Proyek ini diyakini sanggup untuk mensuplai seluruh populasi di wilayah Kowloon-Hong Kong. Pemilihan lokasi di Tai Po dilakukan karena Hong Kong adalah kota administrasi terbesar kedua dan memiliki lahan tak terpakai sekitar 14.800 hektar yang cocok untuk eksperimen ini.
China sendiri sebenarnya negara penyumbang pertanian terbesar sejagad yang mencakup 20 persen dari seluruh populasi dunia. Namun hanya 15 persen dari tanahnya yang cocok untuk pertanian dan 1,2 persen bisa diberdayakan untuk dipanen. Pesatnya pertumbuhan perkotaan semakin membuat keberadaan lahan pertanian terancam.
(wk/)