Total biaya yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan acara IGF 2013 mencapai Rp 22 miliar, sedangkan dana kurang sekitar Rp 10,5 miliar.
- Tim WowKeren
- Kamis, 25 Juli 2013 - 22:05 WIB
WowKeren - Indonesia akhirnya batal menjadi tuan rumah perhelatan konferensi tata kelola internet dunia atau Internet Governance Forum (IGF). Awalnya, acara ini akan diadakan di Nusa Dua Bali pada 22-25 Oktober mendatang.
Ironisnya, alasan utama pembatalan itu adalah karena persoalan biaya. Upaya panitia mencari tambahan dana secara intensif dari berbagai mitra nyatanya masih tidak mencukupi. Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Kominfo Gatot S. Dewa Broto mengatakan, Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) akan mengirimkan surat kepada PBB per hari ini, Kamis.
"Surat itu akan dikirim ke Sekjen PBB dan seharusnya ada tembusan ke presiden," kata Gatot, Kamis, 25 Juli. "Teknis siapa yang akan mengirim surat masih belum ditentukan apakah dari Kominfo atau Kemenlu."
Total biaya yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan acara IGF 2013 sendiri mencapai Rp. 22 miliar. Dari pihak penyelenggara ID-IGF sudah terkumpul dana Rp. 9 miliar, dari Kominfo sudah mengalokasikan dana sebesar Rp. 2,5 miliar. Jadi biayanya masih kurang sekitar Rp. 10,5 miliar.
Menurut Gatot, ada negara lain sudah ada yang siap menggantikan sehingga acara IGF 2013 tidak akan mundur. Namun Gatot belum bisa memastikan negara mana yang dimaksud.
(wk/)