Seorang ulama FPI dalam orasi mengajak rekan-rekannya untuk menyatroni hotel tempat kontestan menginap sebagai bentuk penolakan ajang Miss World 2013.
- Tim WowKeren
- Rabu, 04 September 2013 - 10:18 WIB
WowKeren - FPI masih ngotot menolak digelarnya Miss World 2013 di Indonesia, Jakarta ataupun Bali. Mereka pun menggelar longmarch menentang Miss World 2013.
Dalam orasi, salah satu ulama mengungkapkan rencana menyatroni tempat menginapnya Miss World 2013. "Kita dudukin di sana, kita tangkap kecoa yang banyak dan kotoran kita lemparin ke sana. Kalau perlu 'jumrah' sekalian," sahut salah satu ulama FPI dari mobil orasi yang langsung disambut riuh demonstran lain.
Selain FPI, MUI, HTI, Gerakan Reformasi Islam (Garis) dan Laskar Pembela Islam (LPI) juga menolak digelarnya kontes tersebut. Bahkan Menteri Agama Suryadharma Ali masih bersikukuh kalau Miss World 2013 tak boleh digelar di Indonesia.
"Bisa jadi Kementerian Perdagangan menyebut bisa mendatangkan devisa, Kementerian Pariwisata lain lagi," sahutnya, Selasa (3/9). "Tapi yang jelas, dari sisi Kementerian Agama tetap berpegang kepada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahwa sebaiknya kontes tersebut tidak diselenggarakan di Indonesia."
Dengan suara penolakan dari sejumlah ormas Islam, kepolisian di Bali menyiagakan pengamanan secara maksimal. Bupati Badung Anak Agung Gde Agung juga meminta para kontestan dari sejumlah negara untuk menghormati budaya di Bali.
"Kita menekankan agar adat dan budaya Bali dihormati baik dari segi penampilan busana para peserta," ujar Anak Agung Gde Agung. "Kita, bagian dari negara di dunia seyogyanya bisa menghormati semua budaya setiap negara serta tamu negara juga patut menghormati budaya kita."
(wk/)