Produser MVP Bantah Langgar Perjanjian dengan Rachmawati Terkait 'Soekarno'
Film

Raam Punjabi mengaku Rachmawati akan membuat film Soekarno dengan judul lain, 'Hari-Hari Terakhir Bung Karno'.

WowKeren - Setelah sempat mendapatkan somasi dari Rachmawati Soekarno Putri selaku Ketua Yayasan Pendidikan Soekarno terkait film "Soekarno", kini pihak produser Multivision Plus Picture (MVP) mengeluarkan tanggapan resmi mereka. Jumpa pers itu diadakan di Gedung Multivision Plus, Kuningan, Jakarta, Rabu, 19 September, dengan dihadiri Raam Punjabi beserta kuasa hukum dan sutradara.

"Hak kepemilikan film adalah hak cipta MVP baik komersial maupun non komersial. Raam Punjabi sebagai pimpinan MVP, berhak memproduksi dan menyebarluaskan, bahkan mengeskploitasi film sesuai dengan perjanjian. Serta pihak kedua tidak punya hak cipta apapun soal kepemilikan film," tegas Rivai Kusumanegara.

"Hal kedua mengenai ide, MVP mengajak kerjasama pihak Ibu Rachmawati dengan maksud memberikan ide dan masukan agar tidak terjadi penyelewangan naskah. Itu jelas ada pada butir ke-3 premis perjanjian," lanjutnya. "Di surat tersebut, Ibu Rachmawati mengatakan bahwa dirinya akan memproduksi film sendiri dengan judul yang berbeda, yaitu 'Hari-Hari Terakhir Bung Karno', bukannya melakukan somasi."


Raam Punjabi pun angkat bicara. "Bung Karno milik bangsa dan setiap orang berhak memproduksi apapun tentang Soekarno. Saya ingin polemik ini selesai di sini dan tidak membingungkan masyarakat. Dan juga tidak dianggap 'campaign marketing'. Kita tidak pernah mengenyampingkan Ibu Rachmawati di sini," tutupnya.

Rachmawati sempat menyatakan secara terbuka ketidaksetujuannya pada pemilihan Ario Bayu sebagai pemeran utama. Dia merasa lebih sreg dengan aktor senior Anjasmara.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!