Menurut Bima, setiap pemain harus bisa mengelola keuangan ketika gaji mereka telat dibayarkan.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 05 Oktober 2013 - 07:03 WIB
WowKeren - Menjadi pemain sepakbola senior membuat Bima Sakti ingin para juniornya bisa belajar dari pengalamannya. Salah satunya adalah bisa mengelola keuangan tatkala terkendala pembayaran uang bulanan yang telat.
"Bukan rahasia umum lagi kalau di negera kita banyak pemain sepakbola yang gajinya suka telat dibayarkan oleh klub. Dan sekalinya dapat, nominalnya bisa bikin kita kaget sebagai pemain," kata Bima saat ditemui di Diskusi Sepakbola Bulanan APPI di Jakarta Selatan, Jumat (4/10). "Saya rasa setiap pemain harus punya planning dalam hal keuangan untuk menunjang hidup apabila klub telat membayar gaji kita sebagai pemain."
Pemain gelandang berusia 37 tahun ini mengatakan apa yang dilakukan oleh APPI (Asosiasi Pesepakbola Professional Indonesia) dalam mengedukasi para pemain yang tergabung di klub sepakbola dalam hal pengelolaan keuangan dan asuransi, dinilainya sangat bagus dan sangat bermanfaat. Ia berharap masa depan para pemain sepakbola bisa jauh lebih baik.
"Pemain bola itu kebanyakan kurang sekali pendidikannya terutama soal keuangan karena mereka berasal dari daerah,' lanjutnya. "Mudah-mudahan dengan adanya acara rutin bulanan yang di adakan oleh APPI semua pemain bola bisa mengelola keuangannya jauh lebih baik lagi. Karena biasanya begitu terima duit banyak, cepat juga duitnya habisnya."
Bima sendiri pernah tidak menerima gaji sebagai pemain selama 6 bulan. Namun itu tidak lantas membuat Bima kesulitan dalam membiayai hidup keluarganya. Ia banyak melakukan investasi sejak dirinya berusia 19 tahun sebagai pemain sepakbola.
"Dari umur sembilan tahun saya masuk di Pelita Jaya, saya sudah banyak melakukan berbagai investasi yang biasanya dilakukan oleh orang tua jaman dulu," pungkasnya. "Itu untuk beli tanah, bikin kontrakan, asuransi, dan lainnya. Karena saya sadar enggak akan selamanya saya bisa menjadi pemain bola."
(wk/)