Pemerintah Kanada saat ini berusaha keras menampik semua perusahaan asing untuk membeli BlackBerry demi keamanan nasional.
- Tim WowKeren
- Senin, 21 Oktober 2013 - 10:12 WIB
WowKeren - BlackBerry masih memiliki banyak kesempatan untuk memilih peminangnya hingga 4 November mendatang. Sempat diisukan tidak tertarik beli BlackBerry, Lenovo disebut-sebut sudah hampir mencapai kesepatakan untuk membelinya.
Lenovo dikabarkan telah menandatangani kesepakatan dengan BlackBerry yang tidak boleh diberitahukan kepada pihak lain (non-disclosure agreement). Namun pemerintah Kanada kabarnya tidak senang dengan adanya perusahaan asing, luar Amerika, ingin mengakuisisi BlackBerry. The Globe and Mail mengatakan bahwa pemerintah telah mengajukan keberatan akuisisi ini dengan menggunakan Investment Canada Act.
"BlackBerry adalah ponsel utama yang digunakan seluruh pejabat pemerintahan kelas atas. Untuk alasan itu mereka tidak mau menjualnya ke orang asing," ucap Michel Juneau-Katsuya, petinggi badan intelejen nasional Kanada. Masalah kemanan akses data perusahaan teknologi asal China dari hacker yang menjadi sumber kekhawatiran ini.
Sementara itu Forbes meyakini ada rencana besar dari pembelian ini. Pasalnya, Lenovo sudah diketahui sebenarnya tidak memiliki ijin untuk membeli BlackBerry. Forbes menduga Lenovo ingin mengakuisisi agar bisa menghancurkan BlackBerry seperti yang terjadi pada Nortel Networks yang juga asal Kanada.
Pada tahun 2000-an Nortel Networks dibeli perusahaan China sehingga seluruh datanya dapat diakses negara tersebut. Akhirnya Nortel bangkrut pada 2009 setelah diserang hacker China. Pentagon masih yakin bahwa BlackBerry satu-satunya ponsel yang belum berhasil diretas China, sehingga hal ini memunculkan spekulasi rencana penghancuran oleh Lenovo jika bisa membelinya.
"Jika perusahaan China tidak bisa mendapatkan BlackBerry melalui pintu belakang seperti yang dilakukan pada Nortel, maka kenapa tidak dari depan?" tulis Forbes. "Lenovo menggunakan pintu masuk dengan menunjukkan ketertarikan ikut lelang akuisisi. Dengan demikian, perusahaan China semi-swasta lainnya memiliki alasan untuk 'mengintip' BlackBerry."
(wk/)