Film 'Soekarno' Didemo Saat Diputar di Bioskop, Pendemo Dibayar?
Film

Pihak Rachmawati menilai para pendemo itu berasal dari pihak lawan karena bukan dari mereka.

WowKeren - Selasa, 24 Desember, puluhan orang berunjuk rasa di depan gedung bioskp XXI Planet Hollywood. Mereka menuntut agar film "Soekarno" ditarik dari bioskop. Aksi unjuk rasa ini pun disinyalir "suruhan" Rachmawati yang selama ini paling kritis soal penayangan film tersebut.

Namun pihak Rachmawati justru mengaku tak tahu menahu soal unjuk rasa itu. "Setahu saya, beliau (Rachma) nggak tahu soal itu. Justru dia malah tanya saya. Dia bilang, 'Memang ada demo?'," ujar Muannas Alaidid, salah satu kuasa hukum Rachmawati.

Pendemo yang didominasi oleh mahasiswa dan ibu-ibu itu merasa keberatan dengan penggambaran tokoh Soekarno di dalam film. Beberapa adegan dinilai tidak pantas, dan menjadi coreng untuk Sang Proklamator.


Anehnya, beberapa pendemo mengaku mendapat bayaran atas aksi mereka tersebut.Mereka mengaku mendapat bayaran rata-rata Rp 30 ribu- Rp 50 ribu.

Muanas menilai para pendemo tersebut tidak memiliki kepentingan. Jadi, sangat memungkinkan kalau para ibu dan mahasiswa tersebut diorganisir oleh pihak-pihak tertentu. "Pendemo tersebut bisa saja dibayar oleh pihak lawan," kata Muanas kepada wartawan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (24/12).

Sementara itu, tim kuasa hukum Rachmawati lainnya, Ramdan Alamsyah menilai aksi demo tersebut wajar-wajar saja. "Demo-demo sebelumnya juga nggak ada tuh yang teriak-teriak dibayar. Baru hari ini aja ada pendemo yang teriak dibayar. Kita harus bisa membedakan, mana unjuk rasa murni dan mana unjuk rasa sisipan," kata Ramdan.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!