Menurut Mega selaku Public Relation yayasan, seorang Puteri Indonesia harus mampu menyeimbangkan brain, beauty dan behaviour.
- Tim WowKeren
- Minggu, 26 Januari 2014 - 06:35 WIB
WowKeren - Menjelang malam final, Yayasan Puteri Indonesia menggelar peragaan busana di Kota Kasablanka, Sabtu, 25 Januari sore. Acara ini menampilkan 38 finalis Puteri Indonesia 2014 dalam balutan busana Alleira dan IKAT by Didiet Maulana dan dihadiri Puteri Indonesia 2013, Whulandary Herman.
"Ada banyak wasiat-wasiat yang mau Whulan sampaikan untuk adik-adik," kata Wulan seraya tertawa. "Mahkota tidak boleh mengubah diri sendiri. Tanggung jawab boleh berubah, tapi memegang gelar tidak mengubah diri dia sebenarnya. Semuanya berkesempatan memegang gelar Puteri Indonesia 2014."
Para finalis Puteri Indonesia ini juga mendapat pembekalan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan tema "Tingkatkan Karakter dan Martabat Budaya Bangsa dengan Budaya Anti Korupsi" yang dibawakan langsung Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad.
"Tidak hanya bermodalkan cantik, seorang Puteri Indonesia harus mampu menyeimbangkan antara brain, beauty and behavior-nya," kata Mega Angkasa selaku Public Relation Puteri Indonesia.
(wk/)