Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar di Dunia Bikin Burung Mati Terbakar
Nasional

Diduga panas listrik yang mencapai 537 derajat celcius menjadi alasan utama terbakarnya burung-burung ini.

WowKeren - Berkurangnya pasokan listrik membuat beberapa ilmuwan tertarik untuk membuat pembangkit listrik tenaga surya. Meski memiliki manfaat yang besar bagi manusia namun pembangkit listrik ternyata juga mengancam keberadaan ekosistem lain salah satunya hewan unggas.

Sebuah pembangkit listrik tenaga surya bernama Ivanpah yang terletak di Las Vegas membuat beberapa unggas yang terbang di atasnya menjadi mati. Dari dokumen yang dirilis oleh BrightSource Energy terbukti bahwa pembangkit ini telah membakar hangus 2 elang, 4 burung hantu dan beberapa burung pipit.

Pembangkit listrik yang diklaim terbesar di dunia ini memiliki 300 ribu cermin yang dikendalikan komputer. Cermin ini nantinya berfungsi untuk memantulkan sinar matahari ke dalam sebuah boiler sehingga bisa diubah menjadi tenaga listik. Pembangkit ini nantinya akan membantu mendistribusikan listrik kepada 140 ribu rumah di Amerika.

Alasan di balik terbakarnya para unggas ini akibat tidak kuatnya menahan panas yang dikeluarkan oleh Ivanpah. Panas ini mengelilingi seluruh area dan memiliki suhu yang mencapai 1000 derajat fahrenheit (537 derajat celcius). Kematian unggas yang terbakar ini menimbulkan keprihatinan di kalangan pecinta lingkungan dan burung.


"Bila anda memiliki teknologi baru, anda tidak tahu dampak apa yang terjadi," ujar Eric Davis selaku pimpinan untuk organisasi pelindung burung migran di Amerika. "Kami sedang berusaha untuk mecari tahu seberapa besar masalah yang ditimbulkan dan apa yang bisa kami lakukan untuk meminimalkan kematian burung."

Sementara itu, juru bicara Ivanpah masih belum bisa memberi keterangan pasti. Timnya masih akan melakukan beberapa penelitian untuk mengetahui penyebab kematian burung-burung tersebut.

"Dengan data yang sudah terkumpul, nampaknya ini masih terlalu dini untuk menyimpulkannya," ujar Jeff Holland. "Yang pasti kita akan lakukan penelitian terhadap dampak jangka panjang pada spesies burung dan hewan lainnya."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!