Persebaya mendapat hukuman dari Komdis FIFA berupa denda dan pengurangan 3 poin akibat menunggak gaji pemain Kamerun, Serge Ngankou Elongo, sejak 2 tahun lalu.
- Tim WowKeren
- Kamis, 20 Februari 2014 - 11:21 WIB
WowKeren - Awal musim ini, Persebaya sempat bertengger di peringkat 1 klasemen sementara ISL 2014 Wilayah Timur. Sayangnya posisi Persebaya tergesar bukan hanya karena disalib oleh Mitra Kukar.
Setelah sempat turun ke peringkat 2, Bajul Ijo kembali harus merosot setelah dihukum oleh PSSI dan PT Liga Indonesia berdasarkan keputusan Komdis FIFA. PSSI menerima surat FIFA soal kewajiban Persebaya Surabaya yang harus membayar tunggakan gaji mantan pemain Persebaya asal Kamerun, Serge Ngankou Elongo, plus denda dan hukuman pengurangan 3 poin di kompetisi yang sedang berlangsung.
"Terkait keputusan ini, posisi Liga adalah tunduk patuh atas perintah FIFA dan segera mengeksekusi keputusan tersebut," sahut CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, Rabu (19/2). "Khususnya mengurangi 3 poin Persebaya di klasemen Wilayah Timur ISL 2014."
Kini Persebaya di peringkat 8 dengan koleksi 4 poin. Padahal sebelumnya klub yang diasuh Rahmad Darmawan itu sudah menang 2 kali, 1 kali imbang dan 1 kali kalah.
Kasus penunggakan gaji Serge Ngankou Elongo tersebut mulai dibahas dua tahun lalu. Kasus ini bermula dari keputusan DSR (Dispute Resoluton Chamber) FIFA pada tanggal 17 Agustus 2012 yang memerintahkan Persebaya, melalui PSSI untuk membayar tunggakan gaji pemain asal Kamerun Serge Ngankou Elongo, sebesar Rp 225.000.000, plus denda 5 persen per tahun terhitung sejak 2012.
Saat itu, manajemen Persebaya di bawah pimpinan Saleh Mukadar dan Cholid Goromah menolak membayar tunggakan gaji. 23 Januari 2013, FIFA memproses kasus tersebut di Komisi Disiplin dan memberi tenggat waktu pembayaran hingga 21 Maret 2013. Ancaman itu tetap tak diindahkan sehingga Komdis FIFA menurunkan putusan atas hukuman untuk Persebaya, 5 Februari 2014.
(wk/)