Mark Zuckerberg meminta pemerintah AS untuk lebih transparan sehingga tidak merugikan warganya.
- Tim WowKeren
- Jumat, 14 Maret 2014 - 10:47 WIB
WowKeren - Tindakan pencurian data oleh Badan Intelijen Amerika (NSA) terhadap Facebook ternyata cukup membuat geram Mark Zuckerberg. Untuk mengungkapkan kekesalannya, ia pun akhirnya mengadu kepada Presiden Barack Obama.
"Aku sudah menelepon Presiden Obama untuk mengekspresikan frustasiku atas kerusakan yang dibuat oleh pemerintah terhadap masa depan kami," ungkap Zuckerberg dalam postingan terbarunya di halaman Facebook seperti dilansir dari CNET. "Sayangnya, mungkin kami akan perlu waktu yang sangat lama hingga terjadi reformasi penuh."
Postingan ini ditulis oleh Zuckerberg sehari setelah bocoran data Edward Snowden yang mengungkapkan NSA menyamar menjadi Facebook untuk mencuri data pengguna. Tindakan pencurian data ini tentunya membuat sang CEO Facebook marah besar. Menurutnya pemerintah tak bisa menjamin keamanan setiap warganya dari kelakuan lembaganya sendiri.
"Para insinyur kami bekerja tanpa lelah untuk meningkatkan keamanan dan yang kami bayangkan adalah kami melindungi pengguna dari pelaku kriminal, bukan dari dari pemerintah sendiri," imbuhnya. "Pemerintah harusnya menjadi pejuang untuk internet, bukannya sebagai ancaman. Mereka harus lebih transparan tentang hal yang dilakukannya, jikat tidak maka orang tak akan percaya padanya."
Sementara itu, perwakilan dari gedung putih menyatakan bahwa Presiden Obama telah berbicara dengan Mark Zuckerberg mengenai masalah ini dan mencari solusi bersama. Namun pihaknya menolak berkomentar atas tindakan pencurian data yang telah dilakukan oleh NSA.
(wk/)