Film Pertama Karya Pribumi Bakal Diputar di Peringatan Hari Film Nasional
Film

Malam puncak Hari Perfilman Nasional akan diadakan pada tanggal 1 April mendatang.

WowKeren - Malam puncak Hari Perfilman Nasional akan diadakan pada 1 April mendatang dengan acara penyerahan piala Film Terlaris, acara musik yang bertema perfilman, serta pemutaran kembali "Darah dan Doa", film pertama tokoh film Nasional, Usmar Ismail, yang sudah direstorasi.

Tanggal 30 Maret sendiri dipilih sebagai Hari Perfilman Nasional didasarkan oleh Usmar yang membuat film dari perusahaannya sendiri dengan judul "Darah Dan Doa" pada tahun 1950.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Marie Elka Pangestu, mengatakan bahwa masyarakat perfilman Indonesia sudah memiliki DNA kreatif sejak dulu. Bahkan menurutnya, di Indonesia sendiri sudah ada.

"Di masyarakat Indonesia itu ada DNA kreatif, karena perfilman Indonesia sudah mulai berjalan sebelum film Charlie Chaplin dibuat. Membuat suatu film itu sulit dan melibatkan banyak orang kreatif," kata Marie Elka di jumpa pers Hari Perfilman Nasional di kantor Kemeparekraf Jakarta, 26 Maret.


"Film adalah media yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan. Peran film sebagai soft-power yang mencerminkan hal kreatif dan baik di Indonesia menjadi sangat penting, jadi mari beri apresiasi untuk semua orang perfilman," lanjutnya.

Kepala Badan Perfilman Indonesia, Alex Komang, mengatakan mereka akan ikut serta memperingati Hari Perfilman Nasional ke-64 yang jatuh pada 30 Maret.

Tanggal 30 Maret merupakan syuting perdana film tersebut dan sampai sekarang dijadikan Hari Film Nasional. "Kami teman-teman dari perfilman akan bersama-sama Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan acara Hari Film Nasional karena sejarah film nasional sudah berlangsung lama. Banyak dukungan dari Kemenparekraf dan teman-teman yang tulus dari artis kita. Kita ingin membuat peringatan ini milik kita bersama," ujar Alex.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!