Kemeriahan Pawai Ogoh-Ogoh Jelang Nyepi di Bali
Nasional

Dalam upacara ini ada 200 ogoh-ogoh yang diarak oleh ratusan pemuda Bali sejauh 5 kilometer.

WowKeren - Suasana menjelang hari Raya Nyepi di Bali dipenuhi dengan berbagai pawai tradisional salah satunya ogoh-ogoh. Acara tersebut dilaksanakan di berbagai kota di Bali seperti Puputan Badung dan Denpasar. Tak hanya umat agama Hindu saja, namun beberapa penganut agama lain juga turut memeriahkan pawai yang hanya diselenggarakan setahun sekali ini.

Pawai ogoh-ogoh merupakan sebuah upacara untuk mengusir roh jahat. Ogoh-ogoh sendiri adalah perwujudan roh jahat yang juga sering dikenal dengan nama Buta Kala. Acara ini berlangsung pada hari Minggu (30/3) mulai pukul 17:00 hingga 23:00 WITA.

Dalam pawai kali ini ada sekitar 200 ogoh-ogoh yang diarak oleh ratusan pemuda Bali. Ogoh-ogoh tersebut memiliki tinggi sekitar 1 hingga 3,5 meter. "Kurang lebih 200 ogoh-ogoh diarak sejauh 5 kilometer di Puputan Badung, Kota Denpasar," ujar salah seorang penduduk Bali, Eko Sunarko, seperti dilansir dari Detik.


Meski begitu, beberapa penduduk mengaku bahwa pawai ogoh-ogoh tahun ini kurang begitu meriah jika dibandingkan dengan sebelumnya. Hal ini disebabkan adanya pemilu yang akan digelar pada 9 April mendatang. "Kalau dulu diarak sampai taman kota Denpasar sekitar 15 kilometer, sekarang adat aturan cuma 2 kilometer saja," ungkap warga bali lainnya, Gung De Warmadewa.

Namun hal tersebut tak mengurangi kekhidmatan pawai besar ogoh-ogoh. Bahkan beberapa turis macanegara juga turut hadir untuk menyaksikan salah satu upacara tradisional khas Bali ini. "Mereka (turis) ikut datang, kebanyakan mereka foto-foto," imbuh warga lainnya.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!