Australia melanjutkan pencarian dengan robot selam sementara koran Rusia mengklaim saat ini seluruh awak dan penumpang disandera di Afganistan.
- Tim WowKeren
- Senin, 14 April 2014 - 15:53 WIB
WowKeren - Perkembangan penyelidikan tentang hilangnya Malaysia Airlines MH370 kembali mencuatkan teori baru. Kini isu baru dikemukakan oleh surat kabar di Rusia, Moskovsky Komsomolets, yang mengklaim adanya pembajakan.
Bersumber dari intelijen Rusia, koran tersebut mengklaim bahwa MH370 telah dibajak "teroris tak dikenal" dan diterbangkan ke Afganistan. Saat ini para awak dan penumpang disandera di sana. Namun mereka membocorkan bahwa otak pembajakan itu bernama "Hitch".
"Para pilot tidak bersalah, pesawat itu dibajak kelompok teroris tidak dikenal. Kami tahu nama teroris yang memberi instruksi kepada para pilot adalah Hitch," tulis artikel di koran. "Pesawat ini berada di Afganistan, tidak jauh dari Kandahar di dekat perbatasan dengan Pakistan."
Menurut Daily Star, Moskovsky Komsomolets mengklaim bahwa para penumpang telah dibagi dalam tujuh kelompok. Mereka tinggal di gubuk-gubuk yang terbuat dari lumpur dan nyaris tanpa makanan. Kabarnya ada 20 penumpang asal Asia telah diselundupkan ke sebuah bunker di Pakistan.
Lebih lanjutnya, para teroris tersebut sedang berusaha melakukan tawar-menawar dengan Amerika atau Tiongkok. Sedangkan berita ini belum dikonfirmasi oleh Malaysia maupun Tiongkok.
Sementara itu laporan terakhir adalah pemerintah Australia terus melanjutkan pencarian MH370. Setelah 6 hari tidak ada sinyal dari kotak hitam pesawat kini pencarian dilakukan di dalam air menggunakan robot penyelam. Bluefin-21 akan mencari dengan mengandalkan pantulan sonar di dalam Samudra Hindia dengan area pencarian pertama seluas 5-8 km.
(wk/)