Pasca Diakuisisi Microsoft, Nokia Tidak Buat Ponsel Lagi
SerbaSerbi

Nokia akan fokus sebagai perusahaan yang berkonsentrasi di tiga area bisnis, yaitu insfrastruktur networking (NSN), layanan peta (HERE maps) dan Advanced Technologies.

WowKeren - Microsoft resmi mengakuisisi Nokia pada 25 April lalu. Produsen Windows itu telah merampungkan pembelian atas unit bisnis ponsel dan layanan Nokia dalam perjanjian akuisisi bernilai USD 7,2 miliar. Hal ini juga menandai berakhirnya kiprah Nokia sebagai produsen telepon genggam setelah sebelumnya sempat mendominasi pasar selama lebih dari satu dekade.

Setelah diakusisi Microsfot, Nokia pun tidak akan pernah membuat handphone lagi. Nokia akan melanjutkan hidup sebagai perusahaan yang berkonsentrasi di tiga area bisnis, yaitu insfrastruktur networking (NSN), layanan peta (HERE maps) serta Advanced Technologies (pengembangan dan lisensi teknologi).


Masih belum diketahui apakah Microsoft akan tetap mempertahankan brand Nokia dan Lumia pada ponsel yang diproduksi setelah proses akuisisi. Pihak Microsoft mengatakan bahwa keputusan soal itu akan dibuat di kemudian hari. Mereka juga dikabarkan ikut memboyong karyawan Nokia sebanyak 25ribu orang, lebih sedikit dari angka 32ribu yang direncanakan sebelumnya.

Microsoft sekaligus menjelma jadi raksasa pabrikan ponsel (melalui unit bisnis Nokia yang dibeli) dengan angka pengkapalan tahunan mencapai lebih dari 250 juta handset, terbanyak kedua setelah Samsung. Dari jumlah tersebut, hanya 30 juta ponsel yang berbasis Windows Phone (Lumia) bikinan Microsoft. Sisanya merupakan feature phone seri Asha dan Android Nokia X.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!