Pelatih Alfred Riedl mengakui bahwa skuad Garuda kesulitan mendapat lawan tanding berkualitas selain kendala kebugaran pemain karena kompetisi yang padat.
- Tim WowKeren
- Senin, 28 April 2014 - 10:53 WIB
WowKeren - Persiapan Timnas Indonesia untuk perhelatan Piala AFF 2014 sedikit menemui kendala. Pelatih Alfred Riedl mengaku bahwa pihaknya kesulitan untuk mencari lawan tanding berkualitas untuk skuad Garuda.
"Untuk meningkatkan level permainan, pemain harus sesering mungkin menjalani uji coba internasional dengan lawan yang levelnya berada di atas," jelas pelatih berkebangsaan Austria itu. "Namun, hal itu sulit terjadi karena pada saat pelatnas berlangsung, negara-negara dengan reputasi bagus sedang memutar kompetisi."
Sebenarnya dalam bulan depan, Cristian Gonzales cs sudah mendapatkan kepastian untuk menggelar dua laga uji coba. Mereka bakal meladeni ASEAN All-Star pada 11 Mei di Jakarta, juga Republik Dominika pada 15 Mei di Solo. Namun, Riedl tak menganggap kedua lawan itu sebagai partner yang layak.
"Bukannya bermaksud meremehkan Dominika, tetapi mereka bukan tim yang punya catatan bagus di sepakbola internasional," kata Riedl. "Timnas semestinya melakoni uji coba melawan negara-negara level atas Asia, tetapi sekali lagi, hal itu tidak memungkinkan."
Riedl juga menyebut agenda pemilu legislatif dan presiden secara tidak langsung mengganggu jalannya program untuk Timnas. Pasalnya, kegiatan itu berimbas pada molornya jadwal kompetisi ISL 2014.
"Kami hanya punya waktu sebulan untuk menggelar pelatnas, tanpa terganggu apa pun," kata Riedl. "Aku juga meragukan kondisi kebugaran pemain karena mereka sudah terlalu lelah menjalani aktivitas kompetisi yang demikian padat."
Meski begitu, Riedl tetap optimis dengan persiapan pelatnas. Ia bersama BTN juga akan berpikir keras untuk menemukan solusinya.
"Aku bukan tipe orang yang mudah menyerah dengan keadaan," lanjutnya. "Sesulit apa pun situasi yang dihadapi, kami harus menemukan solusinya."
"Selain itu, aku juga ingin komitmen dari para pemain," imbuh Riedl. "Mereka harus sadar bahwa ketika membela timnas, mereka harus memberikan hati dan pikiran mereka buat tim."
(wk/)