Kegagalan mencapai target di ajang Piala Thomas dan Uber 2014 lalu membuat PP PBSI melakukan perombakan besar-besaran di tubuh pelatnas Cipayung.
- Tim WowKeren
- Jumat, 06 Juni 2014 - 14:46 WIB
WowKeren - Kegagalan Tim Thomas dan Uber dalam kejuaraan Piala Thomas dan Uber 2014 bulan lalu membuat Pengurus Pusat (PP) PBSI melakukan perombakan besar-besaran di tubuh pelatnas. Sebanyak 14 pemain dan satu pelatih dikeluarkan dari pelatnas Cipayung.
Di antara 14 pemain yang dicoret itu terdapat nama Sony Dwi Kuncoro, Dionysius Hayom Rumbaka dan Maria Febe Kusumastuti. Sementara satu pelatih yang dicoret adalah Joko Suprianto yang melatih tunggal putra.
Mei lalu, Tim Thomas Indonesia gagal mencapai target juara karena tersingkir di partai semifinal. Sementara Tim Uber hanya mampu bertahan hingga babak perempatfinal.
"Sudah saatnya PP PBSI melakukan perubahan strategi dengan mengedepankan pemain-pemain muda yang haus prestasi," jelas Ketua Umum PBSI, Gita Wirjawan. "Ini untuk memenuhi target PBSI hingga Olimpiade Rio de Janeiro 2016 mendatang."
Gita menambahkan, selain pemain, sektor pelatih juga mengalami perombakan. "Untuk mengoptimalkan perubahan strategi tersebut kami juga akan melakukan pergantian di sektor pelatih," imbuhnya.
Meski begitu, para pemain yang dipulangkan tetap bisa mengikuti ajang Indonesia Open 2014, pertengahan Juni mendatang. PP PBSI juga masih memfasilitasi keikutsertaan mereka di ajang kelas super series premier tersebut.
(wk/)