Peserta Pemilu Pilpres di Hong Kong, Australia, Arab, Jepang Melonjak
Nasional

Pilpres di HK diwarnai isu kericuhan sementara di Jepang lancar menggunakan sistem barcode dan peserta di semua negara melonjak.

WowKeren - Indonesia menggelar pemilihan presiden pada 9 Juli mendatang. Namun bagi warga Indonesia yang berada di luar negeri sudah mulai melakukan pemilu sejak 5 Juli. Tercatat, peserta pemilu kali ini di luar negeri meningkat pesat dibanding sebelumnya.

Arab Saudi melakukan pemilu pada 4 Juli di Jeddah yang menyediakan 6 TPS dan diawasi Pengawas Pemilu Pusat. Hingga akhir waktu pencoblosan, tercatat jumlah pemilih mencapai angka 7.746 orang. Jumlah tersebut belum termasuk jumlah pemilih yang memberikan suaranya melalui mekanisme drop box. Diperkirakan total peserta Pilpres ini lebih besar daripada Pileg yang berjumlah 8.125 orang.

WNI di Australia juga mengalami peningkatan dibanding saat Pileg. KBRI menyatakan bahwa Canberra menjadi kota yang tertinggi tingkat partisipasi pemilihnya mencapai 90,37 persen. "Pilpres kali ini merupakan pemungutan suara yang mereka lakukan setelah beberapa kali menjadi golput," ucap Second Secretary, Information and Socio-Cultural Affairs Embassy of the Republic of Indonesia, Marya Onny Silaban.

Sementara itu pemilu di Jepang dilakukan Minggu (6/7) di Tokyo, Yokohama, Kawasaki dan Ibaraki. Sebanyak 9.092 pemilih di Jepang menggunakan hak pilihnya dengan datang ke TPS maupun mengirimkan suaranya melalui pos. Untuk mempercepat proses, PPLN di Tokyo menggunakan sistem barcode agar semua yang datang bisa memilih sebelum TPS tutup.


"Yang akan memberikan suara di TPS Tokyo yang berlokasi di Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT) itu hanya berjumlah 1.311 mata pilih saja," tulis Dubes Yusron Ihza Mahendra melalui pernyataan. "Sementara sebagian besar lainnya, terutama karena faktor jarak dan ketersebaran tempat tinggal, memberikan suaranya melalui Kantor Pos."

Pada 6 Juli juga digelar pemilu di Hong Kong yang sayangnya diwarnai berita simpang siur telah terjadi kericuhan dan kecurangan. Kabarnya ratusan WNI tidak bisa melakukan pencoblosan di 13 TPS di Central Lawn Victoria Park karena TPS sudah tutup pukul 17.00 sesuai peraturan, padahal antrian masih mengular. Dari jumlah yang hadir di TPS tercatat 23.569 pemilih di Hong Kong dan 1.568 pemilih di Makau.

Namun Bawaslu menegaskan pemilu di HK berjalan lancar dan sesuai prinsip jurdil, meski memang ada yang tidak kebagian jatah pencoblosan. "Kami menyelidikinya mulai dari Hong Kong sampai Korea dan Taiwan untuk menelusuri jaringannya. Hasilnya, tidak ada temuan seperti itu," ucap Nelson Simanjutak, anggota Bawaslu, pada Tempo.

Pemilihan presiden di luar negeri berlangsung pada 4-6 Juli 2014 di 130 kota. Namun penghitungan surat suara yang dicoblos di TPS dan melalui pos dilakukan di hari berbeda. Untuk penghitungan surat suara melalui TPS akan dilakukan bersamaan dengan Indonesia yaitu 9 Juli.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!