Google akhirnya menanggapi Chrominium bug yang sejak 2010 lalu dilaporkan browser-nya membuat PC boros baterai.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 19 Juli 2014 - 11:12 WIB
WowKeren - Google akhirnya menanggapi banyaknya laporan bug Google Chrome yang menyerap 25 persen baterai PC, khususnya laptop. Yang perlu diperbaiki oleh Chrome adalah sistem clock tick rate-nya yang mencapai 1.000 mili per detik.
Sebenarnya, Chromium bug tracker sudah ada sejak 2010 silam. Namun, tidak mendapat respon yang signifikan dari Google sehingga terus bergulir hingga 2012 lalu.
Menurut penjelasan Microsoft, terlalu tingginya rata-rata Chrome menyebabkan baterai lebih cepat habis karena PC harus memberikan energi lebih banyak (sekitar 20 watt). Browser lainnya hanya menggunakan rata-rata tinggi ketika mereka bekerja secara intensif. Ini juga membuat program lainnya yang dibuka bersamaan mengalami gangguan.
Usaha ini disambut baik pengguna produk Google. Kemarin (18/7) siang, saham Google Chrome ikut naik 3 persen sebab dibanding browser lain, Chrome memang mempermudah pengguna Gmail, Google Drive dan Google Translate.
(wk/)