Jogja Pertimbangkan Pakai Kereta Gantung untuk Atasi Kemacetan
Nasional

Tidak mungkin memperlebar badan jalan, Dishub Yogyakarta berminat memakai kereta gantung sebagai solusi namun masih harus dikaji lagi.

WowKeren - Kota-kota sibuk di Indonesia terus mencari cara untuk mengatasi kemacetan di jalan. Salah satunya, Yogyakarta yang semakin penuh oleh kendaraan. Kini pemerintah Yogyakarta mempertimbangkan penggunaan kereta gantung untuk mengurai kemacetan.

Solusi alternatif itu ditawarkan oleh Perusahaan asal Austria, Doppelmayr, karena posisinya di atas tanah. Pasalnya, kereta gantung sudah sukses dipakai di sejumlah kota besar dunia seperti Portland, London, Caracas, Singapura dan lainnya. Kepala Dinas Perhubungan Pemkot Yogyakarta, Hario Yudo menyambut positif usulan tersebut karena kota membutuhkan moda tranportasi yang tidak menggunakan jalan raya.

"Saya kira ini altenatif yang perlu dipertimbangkan selain monorel. Prinsipnya moda tranportasi yang bisa mengurangi beban jalan raya," ucap Hario saat mengikuti workshop di Fakultas Teknik UGM, Selasa (21/10). Karena di Yogyakarta sendiri tidak memungkinkan lagi untuk menambah atau memperlebar badan jalan.


Sedangkan kelebihan lain kereta gantung adalah tidak menimbulkan polusi, tidak berisik, tepat waktu, tidak terjadi kecelakaan, biaya operasional rendah serta atraktif. Kereta gantung ini mampu mengangkut 10 ribu penumpang setiap jamnya. "Untuk membangun instalasi kereta gantung ini dibutuhkan waktu kurang dari 2 tahun," ucap Markus Hagspiel, Business Development Area Major Indonesia.

Namun masih perlu dilakukan kajian lanjut sebelum rencana itu diterapkan yang meliputi tata ruang, kondisi gegrafis dan kultur budaya masyarakat. "Kita perlu kaji terlebih dahulu, apakah kereta gantung ini cocok diterapkan di Kota Yogya," imbuh Hario Yudo.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!