Dana besar tersebut dibutuhkan untuk menghidupkan suasana Malaka abad 19 dengan menyiapkan rumah, perabotan, infrastruktur dan berbagai kebutuhan lainnya.
- Tim WowKeren
- Jumat, 24 Oktober 2014 - 16:48 WIB
WowKeren - Setelah sukses dengan "Merah Putih" dan "Java Heat", rumah produksi Media Desa Indonesia (MDI) kembali menggarap film baru. "Gunung Emas Almayer" menjadi proyek terbaru MDI yang menggandeng kru dan pemain lintas negara.
Film ini kabarnya menghabiskan dana yang cukup fantastis, Rp 60 Miliar. Eksekutif Produser Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengatakan jika biaya tersebut dibutuhkan untuk menghidupkan kembali suasana Malaka abad ke-19 yang menjadi latar cerita film.
"Lokasi syuting di hutan dimana kami harus membangun seluruh infrastruktur, sistem, sarana prasarana syuting sendiri," jelas Sara. "Juga producion design, karena set filmnya di zaman kuno, dimana semua harus di-remake, baik perabotan, rumah, perahu, baju, senjata dan lain-lain."
"Gunung Emas Almayer" diadaptasi dari novel berjudul "Almayer's Folly" karya Joseph Conrad. Buku yang terbit pada 1895 itu mengambil latar belakang budaya Melayu dan situasi di Malaka pada abad ke-19.
Film ini bercerita tentang kisah perjuangan seorang pedagang senjata asal Belanda yang mempunyai minat arkeologi, Kaspar Almayer. Almayer memiliki impian menemukan gunung emas di Malaka. Film yang akan rilis 6 November itu dibintangi oleh El Manik, Sofia Jane, Rahayu Sraswati, Peter O'Brien dan masih banyak lainnya.
(wk/)