'Hari Kematian' dirayakan meriah di Amerika Latin pada 1-2 November yang dipercaya masa ketika roh pulang sebentar ke bumi.
- Tim WowKeren
- Senin, 03 November 2014 - 08:50 WIB
WowKeren - Hallowen boleh saja dirayakan di seluruh dunia untuk bersenang-senang dengan tema seram dan kematian. Namun di Amerika Latin sebuah kematian dirayakan dengan sebuah festival yang serius. Penyelenggaraannya pada 1-2 November usai Hallowen.
"The Day of the Dead" atau "Hari Kematian" merupakan tradisi di Amerika Latin yang bertepatan dengan All Saints Say dan All Souls Day pada 1 dan 2 November. "Hari Kematian" dirayakan meriah di Meksiko dengan penambahan dekorasi cantik memakai lilin di kuburan oleh para keluarga jenazah. Mereka juga melukis wajah dengan pola tengkorak atau penutup kepala besar dari bulu unggas.
Keluarga yang merayakan "Hari Kematian" juga menggelar makan-makan di atas kuburan untuk "menemani" anggota keluarga yang telah meninggal. Tak hanya Meksiko, San Salvador juga memiliki adat unik tersebut dengan menggelar festival La Calabiuza di pinggiran kota. Selama festival mereka akan berdandan menjadi tokoh legenda El Salvador untuk penghormatan yang telah berpulang.
Sedangkan umat Kristiani di Bangladesh, India dan Filipina akan ziarah makam pada saat All Souls Day. Lalu di Haiti ada ritual voodo untuk roh Baron Samdi dan keluarga Gede dengan berdandan menjadi mayat untuk dikubur menggunakan adat setempat.
Orang Amerika Latin memang percaya bahwa batasan antara manusia hidup dan mati tidaklah terlalu berbeda. Perayaan "Hari Kematian" sendiri sudah berusia 4 ribu tahun yang aslinya berasal dari budaya Aztec. Mereka percaya arwah yang meninggal akan menyambangi keluarganya di bumi dalam satu hari setiap tahunnya.
(wk/)