Pro Kontra Netter Soal Tes Keperawanan Polwan
Nasional

Maraknya pembicaraan mengenai tes keperawanan polwan justru membuat netter ramai-ramai menyuarakan pendapatnya mengenai hal tersebut melalui Twitter.

WowKeren - Tes Keperawanan Polwan telah menjadi kontroversi di masyarakat. Hal ini menjadi sorotan setelah Human Rights Watch mulai mengkritisi mengenai hal tersebut. Seakan tak mau ketinggalan, netter pun ramai-ramai ikut menyuarakan pendapatnya mengenai tes keperawanan polwan ini melalui Twitter.

Pendapat yang dikeluarkan pun bermacam-macam, ada yang pro dan ada pula yang kontra. Netter yang pro dengan hal tersebut mengungkapkan bahwa tes tersebut perlu dilakukan agar mendapatkan calon polisi wanita yang baik dan tidak pernah melakukan hubungan di luar nikah. Sementara netter yang kontra berpendapat bahwa tes tersebut merendahkan martabat perempuan.

"Tes keperawanan di Polri gunany adlh Klo dia (calon Polwan) ga perawan dn gabisa ngejaga dirinya gmna mau ngelindungi masyarakat?," ujar @Sandi_alfarizie menyatakan kesetujuannya dengan tes keperawanan polwan. Pemilik akun @andrizalmxp juga menyatakan dukungannya dengan tes tersebut, "Layak dicoba, dukung! RT@PORTALKBR: [Video] Polri: Tes Keperawanan untuk Cari #Polwan yang Moralnya Bagus."

Salah seorang pemilik akun @Dwiwulansar juga ikut menyuarakan pendapatnya. "Kenapa untuk masuk POLWAN di adakan tes keperawanan tapi sedangkan untuk masuk POLISI laki2 tidak di adakan tes keperjakaan . gak adil -___-," ujarnya. "tes keperawanan polwan itu aturan bodoh, barbar, dan zalim. TOLAK!," kata kicauan akun @pelukbumi.


Polri sendiri menyatakan bahwa tidak ada tes keperawanan untuk calon polisi wanita, yang ada hanyalah tes kesehatan yang mencakup tes reproduksi. Tes reproduksi tersebut berlaku bagi semua calon anggota Polri, tidak hanya polisi wanita.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Agus Rianto, juga menyatakan bahwa tes tersebut dilakukan agar semua calon polisi wanita sehat secara jasmani. Ia juga menuturkan bahwa tes kesehatan mencakup gigi, tinggi badan, berat badan dan bentuk tulang untuk semua calon anggota Polri.

"Tidak ada istilah tes keperawanan yang ada tes kesehatan. Item-itemnya tes kesehatan kan banyak, salah satunya tes reproduksi itu," kata Agus di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (19/11). Tes kesehatan bertujuan untuk mendapatkan putra putri terbaik bangsa untuk menjadi anggota kepolisian.

Rupanya, kontroversi mengenai tes keperawanan ini juga terdengar hingga ke DPR. Komisi Kesehatan DPR akan segera membahas kebijakan tes keperawanan oleh Polri terhadap calon polisi wanita.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!