RSUD Sultan Imanuddin yang menjadi tempat transit jenazah korban dinilai tidak steril dan kurang baik untuk penempatan jenazah.
- Tim WowKeren
- Jumat, 02 Januari 2015 - 13:46 WIB
WowKeren - Sejak operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 dimulai pada Minggu (28/12/14) silam, 10 jasad telah ditemukan Basarnas. Namun RSUD Sultan Imanuddin yang menjadi tempat transit jenazah korban dinilai tidak steril dan kurang baik untuk penempatan jenazah sehingga bisa membuat jenazah cepat membusuk.
Oleh karena itu, Direktur Operasional Basarnas Posko Pangkalan Bun, SB Supriyadi, menyatakan seluruh jenazah yang sudah ditemukan harus dibawa secepat mungkin ke RS Bhayangkara Surabaya agar tidak semakin membusuk. "Khawatir di RSUD (Sultan Imanuddin) tidak steril dan kurang baik penempatan jenazah karena terbatasnya tempat, khawatir cepat rusak," ujarnya pada jumpa pers di Pangkalan Udara (Lanud) Iskandar, Pangkalan Bun, Jumat (2/1/2015).
Lebih lanjut, Supriyadi juga menjelaskan bahwa proses pembusukan jenazah akan semakin cepat setelah diangkat dari laut. Kondisi jasad yang telah rusak akan mempersulit Tim DVI Indonesia untuk mengidentifikasi korban.
"Dari air dan diangkat, proses pembusukan lebih cepat, kalau sudah rusak maka sulit bagi tim forensik," bebernya. "Maka akan segera kita kirim korban ke ke Surabaya agar bisa segera diidentifikasi."
(wk/)