Bagaimana tidak sulit jika Tora harus berakting sebagai pendekar namun dengan mata tertutup.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 10 Januari 2015 - 08:35 WIB
WowKeren - Tora Sudiro sudah malang melintang di dunia perfilman. Meski begitu, suami Mieke Amalia itu tetap merasa kesulitan berakting sebagai Si Buta dari Gua Buat Elu dalam film "Kacaunya Dunia Persilatan".
"Menurut saya ini film tersulit, karena saya nggak tau selama syuting karena saya merem. Saya terkaget-kaget karena saya nggak liat apa yang terjadi saat syuting," katanya saat ditemui di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (9/1). "Jadi buat latihannya cuma tiga minggu. Jadi tiga minggu juga nggak tiap hari, tapi yaitu dia, dalam waktu tiga minggu itu gua harus ngafalin."
Untungnya Tora dibantu pelatih khusus fighting untuk mendalami perannya. "Tapi untungnya, jadi sutradara ada dua, sutradara fighting sama sutradara drama. Gua pas ada adegan berantem gua hanya dikasih waktu 2,5 jam," serunya.
"Kacaunya Dunia Persilatan" mengisahkan tentang pencarian pedang yang hilang. Dikhawatirkan pedang itu bisa jatuh ke tangan orang tak bertanggung jawab dan nantinya akan menghancurkan dunia persilatan. Akhirnya para pendekar yakni Beruk Sepuh (Iang Darmawan), Si Buta dari Gua Buat Elu (Tora Sudiro), Broma Membara (Darius Sinathrya), Mantrili (Vicky Monica), Samurat (Ery Makmur), Siluman Antik (Aming) serta Wiro Sobling (Guntur Nugraha) sibuk mencari keberadaan pedang yang disebut Pedang Pusama Dewa tersebut.
"Tokoh-tokoh yang kita parodikan namanya memang tidak benar-benar kita ambil karakternya secara utuh," sahut sutradara Hilman Mutasi. "Di akhir cerita saya hadirkan tokoh asli Mantrili, juga sebagai bentuk apresiasi saya terhadap para tokoh-tokoh aslinya."
(wk/)