Masyarakat setempat mengaku tidak tega mengkonsumsi ikan yang diduga memakan korban AirAsia QZ8501 yang masih belum ditemukan.
- Tim WowKeren
- Rabu, 14 Januari 2015 - 16:37 WIB
WowKeren - Proses evakuasi korban pesawat AirAsia QZ8501 masih terus berlanjut. Namun hal tersebut justru berpengaruh pada konsumsi ikan di Kalimantan Barat. Pasalnya, masyarakat setempat tidak tega mengkonsumsi ikan yang diduga memakan korban AirAsia QZ8501 yang masih belum ditemukan.
Pedagang ikan di Pasar Kemuning, Kotabaru, Kalimantan Barat, menyatakan daya beli masyarakat terhadap produk ikan dan turunannya menurun. Menurut Sulaiman, biasanya ikan tongkol yang dijualnya bisa laku hingga 5 kilogram per hari. Namun kini hanya 1-2 kilogram yang laku per hari.
"Laut kita kan dekat dengan Pangkalan Bun jadi mungkin warga waswas," ujar Sulaiman. Tak berbeda dengan Pasar Kemuning, hal serupa juga terjadi di Pasar Simpang Tiga, Desa Tuan-tuan, Kabupaten Ketapang.
Jamilah, pedagang di Pasar Simpang Tiga, mengaku saat ini ia hanya memakan ikan-ikan kecil saja. "Saya tak tega saja, bukan jijik," katanya. "Kasihan korban yang belum ketemu."
Meskipun demikian, masih ada warga yang tetap mengkonsumsi ikan laut seperti biasa. "Masyarakat katanya tidak mau makan ikan besar. Tetapi ikan kan halal, sehingga, menurut saya, tidak masalah," ujar Hidayah Falhum.
(wk/)