Tak Ada Tanda-Tanda Pilot AirAsia QZ 8501 Lakukan Aksi Bunuh Diri
Nasional

Sejauh ini, KNKT telah menyimpulkan beberapa hal setelah berhasil mentranskrip setengah percapakan pilot sebelum pesawat jatuh.

WowKeren - Tim penyelidik Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Andreas Hananto, telah menyatakan bahwa sejauh ini tak ada tanda-tanda pilot pesawat nahas AirAsia QZ 8501, Kapten Irianto, melakukan aksi bunuh diri. Lalu kenapa ia tidak mengirim sinyal tanda bahaya sebelum pesawat jatuh?

Berdasarkan analisis sementara dari black box, pilot terlalu sibuk mengendalikan pesawat sehingga belum sempat mengirimkan sinyal tanda bahaya ke menara pengawas ketika pesawat jatuh. KNKT juga telah memastikan tak ada aksi terorisme yang menyebabkan kecelakaan pesawat.

Andreas juga menambahkan bahwa analisis telah menemukan indikasi bahwa kecelakaan pesawat terjadi karena menghadapi cuaca buruk. Seperti yang sudah diduga sebelumnya, pesawat airbus itu kemungkinan besar terkena badai ganas.


Hingga saat ini, tim investigasi telah menstranskrip setengah dari informasi yang terdapat di kotak hitam. Namun KNKT telah mendengar seluruh pembicaraan yang dilakukan pilot yang terdapat di cockpit voice recorder.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Pesawat AirAsia QZ8501 jatuh di Selat Karimata, Kalimantan Tengah pada 28 Desember setelah hilang kontak pada pukul 06.17 WIB. Saat ini, ekor pesawat dan badan pesawat dengan black box telah berhasil diangkat dari dasar laut, sedangkan moncong pesawat yang ditemukan nelayan Tanjung Nyiur, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan masih belum bisa dievakuasi karena buruknya cuaca.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!