Kriteria proses filtering Vimeo seperti dibawah ini disebut-sebut sebagai alasannya.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 31 Januari 2015 - 23:40 WIB
WowKeren - Situs berbagi video, Vimeo, masih belum bisa dinikmati oleh seluruh pengguna internet di Indonesia. Hingga bulan Januari ini, Vimeo masih belum bisa diakses. Padahal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berencana akan kembali membuka akses ke Vimeo.
Kabarnya, saat ini pemerintah sedang menunggu hasil proses filtering. Rudiantara sebagai Menteri Kominfo mengklaim dirinya telah berjanji bahwa layanan tersebut akan bisa diakses secepatnya. "Keputusannya akhir minggu ini. Saya sudah janji, pokoknya minggu ini," kata Rudiantara.
Mengenai belum bisa diakses penuh, Rudiantara mengatakan filtering Vimeo masih belum sesuai aturan pemerintah. "Kalau masih diblokir berarti ya belum bener filtering-nya, gitu saja," kata Rudiantara di Kantor Kominfo, Jakarta, 30 Januari.
Apabila Vimeo sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah, maka akses ke situs itu akan dibuka kembali. "Saya minta, bulan Februari 2015 harus ada keputusan. Saya minta (Puslitbang Aptika) kasih tahu ke Vimeo. Kalau Vimeo nggak bisa, saya tidak akan buka. Proses filtering sampai tanggal 31 Januari 2015. Jadi, testing itu masalah teknis. Kalau itu berlama-lama dan mereka main-main, saya akan tutup, bilang ke Vimeo," pungkasnya.
Vimeo ditutup karena dianggap banyak memiliki konten yang tidak layak untuk dikonsumsi khalayak ramai, seperti pornografi. Filtering yang diminta pemerintah diharapkan bisa membuat konten yang disajikan ke netizen Indonesia tetap sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah.
(wk/)