Tidak sedikit yang mempertanyakan mengapa Presiden Jokowi berkaca dari Malaysia, padahal tenaga ahli Indonesia sendiri mampu.
- Tim WowKeren
- Minggu, 08 Februari 2015 - 16:50 WIB
WowKeren - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berniat membuat mobil nasional Indonesia dengan menggandeng produsen mobil nasional Malaysia, Proton. Kedua negara bahkan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Adiperkasa Citra Lestari (Adiperkasa) untuk membantu Indonesia belajar membangun, mengembangkan, dan memproduksi mobil nasional (mobnas).
Penandatanganan MoU itu disaksikan Presiden RI Jokowi dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (6 Februari lalu). PT Adiperkasa sendiri dipimpin oleh CEO AM Hendropriyono yang optmimis ini akan menjadi kunci pengembangan mobnas di Indonesia, membantu mendorong industri otomotif, dan meningkatkan pengetahuan teknis.
Namun tidak sedikit publik dan masyarakat Indonesia justru mengkritik langkah Presiden Jokowi itu. Mereka mempertanyakan mengapa Presiden Jokowi rela terbang ke Malaysia untuk membuat mobil nasional, padahal tenaga ahli Indonesia sendiri cukup mumpuni untuk membuat mobil sendiri.
Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, juga tak kalah keras mengkritik Jokowi. Dia mengingatkan janji Jokowi yang dulu memperkenalkan mobil Esemka sebagai calon mobil nasional saat menjadi wali kota Solo. "Kalau saya jadi JOKOWI saya akan membawa mobil #esemka dalam kerjasama dengan PROTON MALAYSIA menuju Mobnas."
"Out of dozen potential partners, why Proton? And why Hendro? Why, why... (Dari sekian banyak partner potensial, kenapa Proton? dan kenapa Hendro? kenapa, kenapa)" kicau politikus Demokrat Ulil Abshar Abdala dilansir Merdeka. Kicauan dan kritikan serupa juga cukup banyak beredar di media dan sosmed lainnya.
(wk/)