Meski Menlu Australia sudah mengklarifikasi pernyataan Tony Abbott namun publik makin gencar kampanye #coinforAustralia.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 21 Februari 2015 - 16:06 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu Perdana Menteri Australia Tony Abbott membuat heboh publik Indonesia soal bantuan Tsunami Aceh. Tony Abbott meminta Indonesia tidak menghukum mati dua warganya mengingat mereka telah memberikan bantuan saat Aceh dilanda tsunami 2004. Publik kini balik menyindir pernyataan tersebut.
Publik Indonesia, khususnya Aceh, kini tengah menggalang koin untuk mengembalikan bantuan Australia tersebut. Tagar #CoinForAustralia juga mulai ramai dibicarakan di Twitter. Bermunculan berbagai postingan yang menunjukkan mereka menyisihkan koin untuk dikumpulkan mengganti biaya yang dikeluarkan Australia saat membantu Aceh dulu.
Dear, Mr.@TonyAbbottMHR : We will give ur money back. Please send the bill. Thank you. #CoinForAustralia pic.twitter.com/Kyzfyohxhc
— Iwan Rasta���������¢�����¯�����¿�����½���������¢ (@rastajovi) February 21, 2015
Sebenarnya Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop sudah menghubungi Wakil Presiden RI Jusuf Kalla untuk mengklarifikasi pernyataan Tony Abbott tersebut. Australia memang menentang eksekusi 2 warganya (duo Bali Nine) yang terbukti menyelundupkan narkoba. "Tentang bantuan kemanusiaan untuk Aceh itu tidak bermaksud untuk menghubungkannya dengan Bali Nine," ucap JK beberapa waktu lalu.
Namun klarifikasi tersebut tampaknya tak mampu mengobati luka hati rakyat Aceh. Para netter juga mulai ramai mengkampanyekan untuk menyisihkan koin. Tak sedikit yang mengkritik Tony Abbott bersikap kekanak-kanakkan dengan mengungkit bantuan kemanusiaan.
Is it enough? Ur bank account please, Mr.@TonyAbbotMHR... #KoinuntukAustralia #CoinforAustralia pic.twitter.com/str5xDV66L
— Andy Satria (@satriaandy) February 20, 2015
Media Australia, Sidney Morning Herald, juga ikut memberitakan kemarahan publik melalui Twitter ini. "Kampanye di Twitter menggunakan hashtag #KoinuntukAustralia, #coinforAustralia dan #coinforAbbott terus meningkat, menunjukan pernyataan Abbott yang malah memukul balik dirinya di negara tersebut," tulis isi artikel.
(wk/)