Edi dan Bonadi memberanikan diri menghentikan laju kereta karena mengetahui ada bagian rel yang rusak.
- Tim WowKeren
- Jumat, 20 Maret 2015 - 15:36 WIB
WowKeren - Baru-baru ini, dua petani asal Malang melakukan aksi yang sangat heroik. Pasalnya, kedua petani tersebut nekat menghadang laju kereta api Gajayana pada Rabu (18/3). Lantas, apa yang membuat mereka melakukan aksi nekat itu?
Rupanya Edi Sudarmi dan Bonadi memberanikan diri menghentikan laju kereta karena mengetahui ada bagian rel yang rusak. Karena aksi kedua petani ini, masinis kereta api Gajayana pun menghentikan kereta yang penuh penumpang di tengah area persawahan di daerah Gadang Gang X atau km 53 jalur rel Malang.
"Waktu saya jalan mau melayat ke kampung sana, saya lihat kok relnya rusak. Ketika saya kembali, saya lihat kondisi rel selain menganga juga mulai melengkung. Padahal dari pagi kereta sudah bolak balik lewat," kata Edi. "Saya khawatir kereta berikutnya nanti terguling."
Awalnya, Edi berencana untuk mendatangi stasiun untuk melapor. Namun karena sudah ada kereta yang akan melintas lagi, ia dan temannya berinisiatif menghadang kereta yang lewat saat itu yakni kereta api Gajayana.
"Teman saya, pak Bonadi berdiri di rel sambil mengibar-ngibarkan gombal (kain) dan keretanya berhenti sekitar 100 meter dari rel yang rusak," jelasnya. Akibat dari kerusakan rel tersebut, kereta api Gajayana harus menunggu hampir satu jam. Setelah petugas perbaikan datang, kereta baru diizinkan melanjutkan perjalanan dengan kecepatan hanya 5 km per jam saat melintasi rel yang rusak.
Kepala Bagian Jalan Rel PT KAI Resor Malang Suharno yang menangani kerusakan di lokasi menyebut bahwa kerusakan rel berupa gompal di sambungan rel. Bagian rel yang gompal terputus sekitar 12 cm. "Kalau kereta melaju cepat, kerusakan di rel ini bisa saja menyebabkan kereta anjlok," tutur Suharno.
(wk/)