Ria dituntut untuk memiliki stamina yang kuat dalam menghadapi kondisi yang seberat itu.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 16 Mei 2015 - 13:30 WIB
WowKeren - Menjalani 25 kali radiasi merupakan salah satu dari setumpuk hal berat yang ditempuh oleh Ria Irawan. Namun, tampaknya ini tak sebanding dengan keputusan besar yang diambilnya pada 30 September 2014 lalu.
"Rahim ini belum memberikan keturunan. Saya kembalikan rahim ini kepada Tuhan. Itu masih ditambah kenyataan kemoterapi ada efek samping," katanya. "Ada sensasi panas dan gosong di rektum, usus dan kantong kemih."
Ia pun dituntut untuk memiliki stamina yang kuat dalam menghadapi kondisi seberat itu. Ria tak boleh mengalami stres. Selain itu, pendamping dan keluarga pun harus siap dan kuat mental.
"Masalahnya, Dewi Irawan nggak tegaan. Sangat emosional. Ketika saya masuk ke bangsal untuk di kemo, dia seperti orang overdosis lalu menangis," kenangnya. "Tapi dia adalah kakak yang sangat menyayangi. Melihat Dewi menangis malah membuat mental saya drop."
Penyakit kanker yang dideritanya memaksa Ria memandang kemelut hidup dari sudut pandang yang berbeda. Misalnya saja saat hendak menjalani pemeriksaan darah, leukosit dan kemoterapi. Ia membuat pengumuman di Facebook untuk sekedar minta doa dan makanan dari teman-teman.
"Saya minta dikirimi petai dan jengkol. Itu dua makanan favorit saya," imbuhnya sambil bersyukur. "Alhamdulillah, selalu ada yang tulus mengirimi makanan."
(wk/)