Banyaknya pengguna WhatsApp adalah salah satu target penjahat cyber untuk menyebarkan spam.
- Tim WowKeren
- Minggu, 24 Mei 2015 - 23:45 WIB
WowKeren - Salah satu aplikasi di WhatsApp, Video Calling, kini banyak diperbincangkan oleh penggunanya. Mereka banyak mempermasalahkan fitur Video Calling yang bisa ditunggangi virus oleh penjahat cyber untuk mencuri data atau kontak penggunanya.
Banyaknya pengguna WhatsApp yang mencapai 800 juta pengguna itu adalah target empuk bagi para penjahat cyber. Maka tak heran jika Video Calling digunakan untuk menyusup ke perangkat.
Fitur Video Calling adalah salah satu cara yang digunakan para penjahat cyber untuk menyebarkan spam ke dalam perangkat. Pengguna akan diberikan pesan palsu untuk mencoba layanan baru perusahaan, yang diklaim lebih baik daripada aplikasi Skype.
Setelah itu, pengguna akan dilampirkan sebuah alamat situs untuk me-download fitur, kemudian diminta untuk melakukan proses verifikasi untuk meningkatkan kepercayaan pengguna. Selain itu, pengguna juga akan diminta untuk mengundang 10 teman aktif atau grup dalam aplikasi WhatsApp.
Setelah aplikasi terinstal, pengguna akan dibawa ke halaman situs baru sebagai proses lanjutan. Kemudian dalam halaman ini, pengguna akan diminta untuk memasukan nomor atau data seperti halnya survei online yang diklaim sebagai syarat dan pengiriman kode aktivasi fitur baru WhatsApp.
(wk/)