Setelah serangan panas di India, kini setengah populasi antelop Saiga di Kazakhstan mati secara misterius.
- Tim WowKeren
- Selasa, 02 Juni 2015 - 08:11 WIB
WowKeren - Kejadian misterius terus terjadi menyusul adanya isu soal Terompet Sangkakala berbunyi. Setelah serangan panas di India, kini setengah populasi antelop Saiga di Kazakhstan mati secara misterius.
Kematian mereka dianggap misterius karena 120 ribu antelop mati bersamaan dalam kurun waktu 15 hari saja. Padahal, hewan itu sendiri merupakan salah satu hewan yang terancam punah.
Sebelum mati, antelop itu mengalami sejumlah gejala, seperti depresi, diare, serta mulut berbusa. Awalnya para induklah yang mengalami gejala itu, namun anak-anak mereka kemudian ikut tertekan dan mati.
"Mereka mengalami masalah pernapasan, tidak bisa bernapas dengan mudah," jelas Richard Kock dari Royal Veterinary College, London. "Mereka berhenti makan dan sangat depresi. Induk mati dan anak sangat tertekan hingga akhirnya ikut mati sehari atau dua hari kemudian."
Penyebab kematian mereka belum dapat dipastikan. Namun bakteri pasteurelosis dan clostridia selalu ditemukan pada hewan yang mati. Bakteri ini sebenarnya selalu ada dalam sistem pencernaan mereka secara alami. Namun bakteri itu sepertinya menjadi mematikan karena daya tahan tubuh antelop menurun.
Kemungkinan iklimlah yang menjadi penyebab utama penurunan daya tahan itu. Seperti yang diketahui, musim dingin bisa mencapai suhu sangat rendah sedangkan musim seminya basah. "Tidak ada penyakit infeksi yang bisa menyebabkan kejadian seperti ini," lanjut Kock.
Ini bukan pertama kalinya kejadian seperti serupa terjadi. Sebelumnya pada tahun 1984, 2010, dan 2012 hewan bertanduk ini juga pernah mengalami kematian massal meski penyebab kematiannya tak semisterius ini.
(wk/)