Apakah yang menyebabkan perubahan warna dari air laut di Kepulauan Banda, Maluku Tengah?
- Tim WowKeren
- Selasa, 23 Juni 2015 - 09:17 WIB
WowKeren - Minggu (21/6) silam, warga Pulau Ai, Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, heboh karena air laut mereka berubah merah. Tak tahu apa penyebabnya, warga takut jikalau warna merah seperti darah itu adalah pertanda buruk.
Saking takutnya, warga setempat yang berprofesi sebagai nelayan enggan melaut. Mereka lebih memilih aktivitas di dalam rumah.
"Hampir semua masyarakat di pulau ini dibuat geger saat melihat air laut berubah seperti darah," kata Ahmad Ali, salah satu warga, dikutip dari Kompas. "Tidak ada yang berani melaut. Kami sendiri takut ke laut karena memang air lautnya seperti darah," tambah Alwi, warga lain.
"Ini pasti pertanda sesuatu akan terjadi, tetapi kita belum tahu apa yang akan terjadi," lanjutnya. "Semoga bukan pertanda bahaya."
Kendati demikian, Senin (22/6) kemarin warga bisa berucap syukur. Warna laut telah kembali membiru.
"Warna airnya sudah tidak merah lagi, warnanya sudah seperti biasa lagi," ujar Rustam, warga Pulau Ai. "Ada warga di pesisir pantai tadi yang bertakbir setelah air laut tidak lagi merah," lanjutnya.
Warga pun tak lagi ketakutan untuk melaut. Namun belum diketahui pasti kenapa warna laut berubah merah. Menurut peneliti alga Universitas Atmajaya Yogyakarta, Boy Rahardjo Sidharta, hal tersebut bisa terjadi karena pencemaran kimiawi berupa zat warna atau pertumbuhan ganggang dengan pigmen merah.
(wk/)