Wow, Pesantren di Blitar Lakukan Tarawih 23 Rakaat Hanya 15 Menit
Nasional

Mengikuti tradisi turun temurun, pesantren di Blitar memiliki cara sendiri bisa tarawih kilat.

WowKeren - Tarawih biasa dilakukan secara khusyuk dalam berjamaah usai berbuka puasa. Tak jarang tarawih berlangsung lama dengan banyaknya rakaat dan panjangnya bacaan imam. Namun itu tak terjadi di Pesantren Mambaul Hikam Mantenan, Udanawu, Blitar.

Pesantren Mambaul Hikam Mantenan menyelenggarakan sholat tarawih sebanyak 20 rakaat plus shalat sunah witir 3 rakaat. Jika biasanya itu dilakukan hingga satu jam, di sana hanya dalam waktu 7-15 menit.

Jumlah jamaahnya sendiri bisa mencapai 5 ribu orang yang sebagian besar muda mudi. Mereka datang dari berbagai wilayah seperti Kediri, Blitar dan Tulungagung. Ternyata pelaksanaan shalat Tarawih secara kilat itu sudah berlangsung turun temurun dari generasi ke generasi.

"Saya ini hanya mengikuti apa yang sudah dilakukan oleh para sesepuh. Kami tidak berani mengubahnya," ucap KH Diya'uddin Az-Zamzami, pengasuh pesantren Mambaul Hikam. Pesantren itu sendiri didirikan oleh KH Abdul Ghofur sekitar 160 tahun lalu.

Pelaksanaan salat tarawih ngebut itu dimulai sejak setahun setelah masjid berdiri pada 1907. Saat itu, warga sulit diajak tarawih karena tak mau meninggalkan pekerjaan masing-masing. Sehingga pendiri ponpes mencetuskan pelaksanaan tarawih yang membuat pekerja tak terlalu lama meninggalkan pekerjaannya.


Lalu bagaimana rahasianya agar bisa melakukan sholat kilat seperti itu?

Menurut Gus Diya', sholat secepat itu bisa dilakukan karena sang imam hanya melafalkan doa yang wajib-wajib saja. Misalnya niat, takbirotul ihram, baca Fatihah dan ayat pendek Al-Qur'an hingga salam.

"Doa ruku' kita singkat cukup 'Subhanallah'. Lainnya hanya 'Allah-Allah' saja. Tahiyat akhir juga hanya sampai bacaan shalawat untuk nabi Muhammad kemudian salam," jelas Gus Diya'.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!