Para netter ramai menyindir undangan salah ketik fatal hingga mengundang tanggapan resmi semua pihak terkait.
- Tim WowKeren
- Rabu, 08 Juli 2015 - 16:03 WIB
WowKeren - Rabu, (8/7), netter Tanah Air ramai membicarakan Surat undangan pelantikan Kepala Badan Intelijen Negara dan Panglima Tentara Nasional Indonesia. Pasalnya, ada kesalahan ketik yang fatal pada undangan tersebut.
Kepanjangan BIN ditulis sebagai Badan Intelijen Nasional. Tentunya ini salah karena yang benar seharusnya Badan Intelijen Negara. Padahal surat yang beredar tersebut dibuat dan diedarkan atas nama Menteri Sekretaris Negara yang bersifat resmi dan penting.
Alhasil para netter ramai mem-bully typo tersebut di linimasa Twitter hingga jadi Trending Topic. Tak hanya netter biasa, budayawan hingga politikus pun ikut menyindir kesalahan ini. Menariknya, di media sosial sempat beredar dua versi undangan itu, yang salah ketik dan benar.
"Terbukti menteri hanya jadi juru ketik, dan itu pun salah hahaha," tulis Politikus Demokrat lainnya, Muhammad H Thamrin, di @monethamrin. "Yup, Sandi mampukah Bang Yos telesik motif salah cetak undangan pelantikan dirinya @samluvwalker: hal ini sebenarnya bagian dari sandi nya" sindir Sujiwo Tejo.
Kementerian Sekretariat Negara pun mengakui memang ada kesalahan teknis penulisan pada undangan pelantikan Kepala BIN dan Panglima TNI tersebut. Tak hanya melalui akun Twitter resmi Setneg, Kepala Sekretariat Presiden Djumala dan Deputi bidang Protokol, Pers dan Media Djarot Sri Sulistyo juga minta maaf. Dijelaskan pula bahwa undangan itu telah ditarik dan dibetulkan sebelum dikirimkan ulang.
"Kementerian Sekretaris Negara menyadari adanya kesalahan teknis penulisan pada undangan pelantikan Kepala BIN dan Panglima TNI," ujar Djarot dalam pernyataan resmi. "Penulisan yang benar adalah Kepala Badan Intelijen Negara sesuai dengan undangan yang telah kami kirimkan kembali pada tamu/pejabat yang diundang."
2.Penulisan yg benar adalah Kepala Badan lntelijen Negara, sesuai dengan undangan yg telah dikirimkan kembali pd tamu/pejabat yg diundang.
— Sekretariat Kabinet (@setkabgoid) July 8, 2015
3. Kementerian Sekretariat Negara memohon maaf atas hal tersebut.
— Sekretariat Kabinet (@setkabgoid) July 8, 2015
5. Berikut terlampir undangan resmi yang telah diperbaiki dan telah dikirimkan kembali kepada tamu undangan pic.twitter.com/F8GPY8fX9x
— Sekretariat Kabinet (@setkabgoid) July 8, 2015
(wk/)