Festival Gadhimai ini telah membantai 500.000 hewan sebagai persembahan pada 2009.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 01 Agustus 2015 - 13:07 WIB
WowKeren - Festival berdarah dilaksanakan setiap lima tahun sekali di Nepal. Festival yang ditujukan sebagai persembahan pada dewi kekuasaan Dewi Gadhimai ini telah membantai 500.000 hewan sebagai persembahan pada 2009.
Kendati demikian, Humane Society International dan Jaringan Kesejahteraan Hewan Nepal meminta pemerintah dan panitia penyelenggara untuk menghentikan festival ini. Delhi pun akhirnya mengabulkan permintaan untuk menghentikan tradisi yang sudah berlangsung selama berabad-abad tersebut.
"Waktunya telah tiba untuk mengganti pembunuhan dan kekerasan dengan pemujaan perdamaian dan perayaan," ujar Ketua Gadhimai Temple Trust, Ram Chandra Shah. "Kami telah memutuskan untuk menghentikan sepenuhnya pengorbanan hewan. Aku menyadari bahwa hewan juga sama seperti kita, merasakan banyak kesakitan," tambah sekretaris panitia penyelenggara.
Kendati demikian, Ram mengaku dirinya tak bisa memaksakan orang yang ingin melakukan ibadah. "Umat Hindu yang taat bisa diminta untuk tidak mengorbankan hewan pada sang dewi tetapi mereka tidak bisa dipaksa atau dilarang sepenuhnya untuk melakukan itu," sambungnya.
BBC, tingkat kepopuleran dari festival ini semakin menurun dari tahun ke tahun. Hal ini terlihat dari berkurangnya jumlah hewan yang akan dikorbankan. Pada 2019 nanti, kemungkinan festival ini benar-benar akan bebas dari darah.
Sebagai informasi, festival ini awalnya dimulai pada 265 tahun lalu ketika seorang tuan tanah feodal yang dipenjara bermimpi akan dibebaskan dari segala penderitaan duniawi setelah menyediakan tumbal berdarah untuk Gadhimai. Gadhimai mulanya meminta persembahan darah manusia namun tuan tanah itu berhasil menawarnya dengan darah hewan.
(wk/)