Medan Sulit, Evakuasi Korban Hanya Bisa Pakai Helikopter Milik PT. Freeport
Nasional

Gara-gara medan sangat sulit, Tim SAR hanya bisa mengandalkan helikopter milik PT. Freeport.

WowKeren - Proses evakuasi korban kecelakaan pesawat Trigana Air kembali dilanjutkan hari ini, Rabu (19/8). Namun, Tim SAR yang berada di lokasi kejadian menemui beberapa kendala.

Lokasi jatuhnya pesawat adalah hutan dengan banyak pepohonan, ditambah dengan kabut tebal dan cuaca yang buruk sejak kemarin, membuat Tim SAR mengalami banyak kesulitan. Untuk mensiasati hal tersebut, Direktur Operasional Basarnas, Heronimus Guru, mengungkapkan jika satu-satunya cara evakuasi yang memungkinkan adalah dengan sistem hoisting.

Evakuasi dengan sistem hoisting juga menjadi satu-satunya pilihan mengingat tidak adanya lokasi yang bisa digunakan untuk landasan heli (helipad). Dalam proses evakuasi korban, helikopter harus bertahan di ketinggian 30 meter di atas tanah. Jenazah korban yang telah dimasukkan ke kantong jenazah kemudian diangkat langsung dengan menggunakan tali dari helikopter.


Sejauh ini, helikopter yang mampu untuk melakukan tugas tersebut hanyalah helikopter Heli Bell milik PT. Freeport. "Karena hanya heli Freeport yang bisa tahan di atas," jelas Heronimus di Gedung Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (18/8).

Jenazah korban kemudian dibawa oleh helikopter Heli Bell ke Oksibil. Setelah dari Oksibil, selanjutnya akan dibawa ke Sentani dengan menggunakan helikopter yang lain.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!