Menurut ahli perdamaian Korea Utara dan AS serta resim di Pyongyang, perang antara dua negara itu bisa jadi melibatkan senjata nuklir.
- Tim WowKeren
- Jumat, 21 Agustus 2015 - 18:06 WIB
WowKeren - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah mengeluarkan perintah kepada Tentara Rakyat Korea (KPA) untuk siaga perang. Sementara itu, kementerian pertahanan Korea Selatan telah siap menerima serangan.
Kondisi semakin genting mengingat Korea Utara disebut-sebut memiliki senjata nuklir. Laporan Telegraph bahkan menyebutkan ahli percaya perang ini kemungkinan bakal melibatkan nuklir.
Eksekutif Direktur Centre for North Korea-US Peace memperingatkan bahwa militer Korea Utara akan melanjutkan ancaman mereka hingga 5 sore waktu setempat (21/8) jika Korea Selatan tidak menghentikan propagandanya. "Jika loudspeaker itu tetap di sana hingga jam 5 sore besok, maka artileri Utara akan menyerang dari udara dan tanah," terangnya.
"Apa yang akan terjadi tergantung reaksi Korea Selatan dan Amerika," sambungnya. "Utara tidak ingin perang tetap Selatan dan Amerika ingin perang. Jadi kami akan menghancurkan pasukan mereka dalam sekejap."
Ketika ditanyai tentang cara penghancurannya di Demilitarised Zone, pusat pasukan Korsel dan AS, Kim menjawab Utara siap menggunakan senjata nuklir. "Itu tergantung pada situasi dan reaksi Selatan dan Amerika, tetapi mungkin saja akan terjadi perang nuklir. Pilihannya tergantung Amerika," jawab Kim.
Seperti yang diketahui, Selatan telah mengkampanyekan propaganda anti-Pyongyang menggunakan pengeras suara. Kedua negara telah terlibat baku tembak di perbatasan.
(wk/)