Para wanita Hongkong melakukan diet menatap matahari langsung untuk menurunkan berat badan.
- Tim WowKeren
- Jumat, 04 September 2015 - 12:46 WIB
WowKeren - Memiliki tubuh yang langsing dan ideal menjadi impian bagi sebagian besar kaum wanita. Bahkan berbagai cara unik mereka lakukan demi mendapatkannya. Salah satunya yang terjadi di Hongkong.
Baru-baru ini, diet menatap matahari langsung menjadi tren tersendiri di kalangan wanita muda. Diet menatap matahari ini menganjurkan para wanita menatap langsung matahari dan berharap secara ajaib tubuh mereka akan berkurang beberapa kilo.
Sang terapis mengatakan bahwa melihat langsung ke arah matahari akan membuat kita mendapatkan cukup energi matahari sebagai pengganti kalori dari makanan. Jadi orang yang berdiet dengan metode ini berharap dengan menatap matahari lama, mereka dapat meninggalkan makan.
Majalah Coconut melaporkan ada sekitar 10 wanita sedang menatap langsung matahari selama 30 menit di pantai Desa Sam Ka di Lei Yue Mun. Dari keterangan salah seorang pengunjung, Wing, kumpulan 10 wanita tersebut berusia sekitar 20 hingga 30 tahun dan datang ke pantai setiap matahari terbit atau matahari terbenam untuk menatap matahari secara langsung.
Wing mengamati para wanita melepas sepatunya, memakai kaca mata hitam, dan mengatur jam di ponsel mereka sebelum menatap matahari. Kadang mereka terlihat tidak nyaman, berusaha mengipasi diri mereka atau menutup wajah mereka dengan serbet.
Beberapa pelaku diet yang tergabung dalam grup keagamaan mengklaim bahwa terapi ini tidak hanya untuk menurunkan berat badan, tapi juga untuk seluruh kesehatan tubuh. "Kami berlatih menatap matahari sebagai pengganti makan," ucap salah seorang dari mereka. "Beberapa dari kami yang telah menyelesaikan terapi makan lebih sedikit, dan sebagian lain sama sekali tidak perlu makan."
Praktek diet ini tentu sangat berbanding terbalik dengan saran ilmiah yang mengatakan bahwa kita tidak boleh terlalu lama berada di bawah sinar matahari, apalagi menatap matahari langsung. Tapi para pelaku diet ini membantah dengan mengatakan mereka telah melindungi diri dengan menggunakan kacamata dengan lubang sangat kecil, yang mereka percayai dapat mengurangi paparan sinar UV.
Dokter pun tidak yakin dengan metode ini, apalagi dengan wilayah Hongkong yang subtropis dan laut yang memantulkan kembali cahaya matahari. Para pelaku diet ini juga menempatkan diri mereka dalam resiko berbahaya dengan menggantikan makanan dengan cahaya matahari. Beberapa tahun yang lalu seorang wanita Swiss bernama Anna Gut hampir tewas kelaparan ketika memutuskan hidup hanya dengan lampu.
(wk/)