Mengerikannya Syuting Drama Korea Bak Medan Perang Demi Rating
TV

Rumah produksi pontang-panting memuaskan keinginan penonton demi memenangkan persaingan rating.

WowKeren - Belakangan ini dunia K-Drama diwarnai peperangan rating yang gila-gilaan. Semua stasiun TV, baik nasional maupun kabel berbayar, berlomba-lomba memproduksi drama yang berbeda dan memikat. Alhasil kejar rating itu berimbas di lokasi syuting.

Mungkin penonton di Indonesia kerap mencibir sinetron kita yang sistem syutingnya stripping, namun sebenarnya sama saja dengan di Korea. Kondisi lokasi syuting drama Korea tak ubahnya medan perang dengan begitu kerasnya para kru serta pemain menyelesaikan syuting yang diburu waktu. Tak jarang, mereka begadang semalaman hanya untuk take adegan yang tayang tak ada satu menit.

Para kru di balik layar berjuang keras membuat jalan cerita yang memikat dan para artisnya hingga tak sempat tidur. Drama nyaris seperti ditayangkan secara live saking ngebutnya syuting. Semuanya tidak sempat istirahat, makan tak teratur hingga terserang stres yang akan berlangsung beberapa bulan selama drama masih tayang.

Joo Won salah satu aktor yang baru saja curhat tidak tidur selama 6 hari demi syuting "Yongpalyi". Jung Woong In yang memerankan kepala ruangan Lee juga menyebut lingkungan syuting "Yongpalyi" adalah yang terburuk. Park Bo Young yang barusan merampungkan "Oh My Ghost" juga mengaku trauma dengan lokasi syuting.

Lalu apakah ada drama Korea yang syutingnya lebih manusiawi? Ternyata masih ada yaitu "Last" produksi JTBC.


JTBC merupakan TV kabel yang lebih dikenal dengan acara talk show dan variety show memasak. Namun mereka juga menggarap drama dengan tema lebih serius, seperti "Secret Love Affair" Yoo Ah In. Tahun ini JTBC menayangkan "Last" yang memasangkan Lee Bum Soo dan Yoon Kye Sang setiap Jumat-Sabtu malam.

Lee Bum Soo memuji proses produksi "Last" yang dibuat jauh-jauh hari agar tidak stripping. Aktor "Prime Minister and I" itu menyebut syutingnya lebih manusiawi karena tidak ada kasus menerima naskah di detik-detik jelang syuting dan penayangan nyaris live.

Pasalnya, produksi drama pada umumnya syuting 4 episode sebelum tayang perdana tapi "Last" sudah menyiapkan stok 8 episode. Itu sebabnya "Last" memiliki rating yang stabil meski tayang di jam terbilang malam.

Alasan buruknya sistem syuting drama Korea lagi-lagi tak lepas dari ambisi mengejar rating. Tim produksi tak segan-segan mengedit isi drama sesuai dengan keingian penonton atau syuting dadakan sebelum ditayangkan. Kadang jalan ceritanya meningkat dan meneruskan syuting hingga siang di hari penayangan episode tersebut.

Keinginan penonton pun berubah-ubah dan jika tak terselesaikan maka mereka akan berpaling. Masalahnya, di Korea sendiri mereka bersaing dengan drama Amerika dan Jepang yang bisa diakses melalui internet. Stasiun TV pun kini diharapkan melakukan perubahan dengan power yang dimilikinya agar kondisi syuting jadi lebih "manusiawi" untuk para artis dan kru.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!