Cafe yang berorientasi sosial ini pemiliknya merasa ironis dengan banyaknya orang meninggal karena kelaparan.
- Tim WowKeren
- Selasa, 08 September 2015 - 13:12 WIB
WowKeren - Istilah "junk food" benar-benar ada untuk makanan yang disediakan di cafe Real Junk Food Project. Dua wanita penggagasnya merasa lelah dengan banyaknya makanan sisa ketika banyak orang membutuhkan makanan.
Gabby Holmes and Natalie Crean asal Liverpool ini menyadari bahwa 35 persen makanan berakhir di tempat sampah. Akhirnya, dua gadis 23 tahun tersebut membuka usaha ini dengan disuplai tukang grosir, katering lokal dan supermarket kecil.
Gabby dan Natalie bekerja dengan memasak apa saja yang bisa dimasak dari bahan-bahan yang mereka dapatkan. Mereka biasanya membuat lemon curd, semur, sup dan puding. Pengunjung hanya perlu membayar berapa pun sesuai keinginan mereka.
Cafe yang berorientasi sosial ini juga menerima donasi kreatif lainnya selain uang sebagai ganti makanan. "Aku menyadari betapa makanan menyia-nyiakan ekonomi setelah berkeliling Asia dan melihat bagaimana mereka sangat banyak akal," kata Gabby.
"Absurb sekali bahwa jutaan orang sedang kelaparan sedangkan jutaan lainnya membuang makanan ke tempat sampah," lanjutnya. "Angka itu mengejutkan. Lebih tepatnya, aku ingin melihat cafe ini di luar bisnis tidak mengurusi itu, karena itu artinya makanan tidak dibuang-buang lagi."
Menurut data Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), sebanyak 1,3 miliar ton makanan menjadi sampah setiap tahun. Padahal, seseorang di dunia meninggal setiap 4 detik sekali karena kelaparan.
(wk/)