Dalam balutan seragam pramuka, siswi SMP menendang, menampar, menjambak dan mendorong temannya hingga tersungkur ke tanah.
- Tim WowKeren
- Rabu, 09 September 2015 - 09:32 WIB
WowKeren - Lagi-lagi kasus kekerasan dan penindasan diantara murid Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi cerminan pendidikan yang buruk bagi Indonesia. Sebuah video kekerasan yang dilakukan siswi SMP Negeri 4 Binjai, Sumatera Utara, membuat heboh publik setelah menyebar melalui jejaring sosial Facebook, Sabtu (5/8).
Dalam video berdurasi hampir 6 menit tersebut terlihat seorang siswi SMP dalam balutan seragam pramuka dan berjilbab melakukan kekerasan terhadap temannya. Siswi yang diketahui berinisial K tersebut menendang, menjambak, menampar dan mendorong temannya itu hingga tersungkur ke tanah.
"Kenapa aku harus takut sama kau, guru saja aku tak takut," teriakan K terdengar dari dalam video seraya menendang korbannya yang hanya diam tanpa melawan. "Kenapa sekarang kau diam? Kemarin saja mulut kau kemana-kemana, kau pikir aku takut sama kau?"
Melihat korban yang hanya diam dan tak melawan membuat K pun semakin kebakaran jenggot dan dengan senang hati menampar korbannya tersebut berkali-kali. "Ayo tampar lagi biar malu, nanti kita masukan ke Facebook," teriak rekan pelaku yang kemungkinan besar adalah perekam video tersebut.
Video kekerasan yang telah menyebar luas tersebut akhirnya sampai juga ke telinga Dinas Pendidikan juga pihak kepolisian. Pelaku beserta orangtua telah dipanggil untuk dimintai keterangan pada Selasa (8/9), namun pelaku tak terlihat hadir saat itu.
Korban kekerasan tersebut, IMS dikabarkan mengalami trauma dengan hanya mengurung diri di kamarnya. "Sejak saat itu dia selalu mengurung diri di kamar dan tidak mau berjumpa dengan orang," kata Ridwan, ayah korban.
Sedangkan pelaku yang sejak videonya menyebar luas menghilang dan tidak diketahui keberadaanya hingga kini. "Tadi sempat datang orang tuanya, tapi mereka pun tak tahu keberadaan anaknya," terang salah satu sumber dari SMP Negeri 4 Binjai.
Sementara itu, Direktur Jenderal Sekolah Menengah Pertama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Supriyono pun ikut turun ke Binjai untuk mengetahui penyebab kasus kekerasan tersebut. Dari keterangan yang didapat dari si pengambil video MY, kejadian tersebut nyatanya terjadi secara spontan dan tidak direncanakan.
"Awalnya perekam dan pelaku itu cuman bercanda saja. Namun saat itu K terpancing mem-bully IMS," Jelas Supriyono. "Saya ke sini untuk mencari tahu permasalahannya. Kalau untuk sanksi itu kewenangan Kadis Pendidikan."
Hingga saat ini kasus kekerasan tersebut masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian. Menurut Supriyono semua pihak terkait wajib bertanggung jawab agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
(wk/)