Serangga sudah menjadi makanan sehari-hari bagi penduduk Sao Gabriel das Cachoeiras, Brazil.
- Tim WowKeren
- Kamis, 10 September 2015 - 08:07 WIB
WowKeren - Jika kita membicarakan soal semut di dapur, kita akan membayangkan seekor hewan pengganggu yang harus disingkirkan. Tapi sepertinya teori ini akan segera berubah.
Seorang koki kelas atas di Brazil memimpin revolusi gastronomi dengan menambahkan semut dan berbagai serangga Amazon lainnya untuk dimasak dan dijadikan menu terbaru mereka. Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk mengakui nilai budaya makanan asli Brazil.
Alex Atala, koki sekaligus pemilik Sao Paulo D.O.M, menjadi orang pertama yang membuat perubahan ini. Dia menyajikan seekor semut Amazon di atas potongan nanas sebagai sebuah hidangan penutup dari menu seharga 200 USD atau Rp 2,8 juta.

Alex mendapat inspirasi dari penduduk pribumi di Sao Gabriel das Cachoeiras yang sudah mengonsumsi serangga sejak jaman dahulu. Seorang peneliti Brazil, Von Held, mengatakan jika daerah tersebut mungkin saja menjadi asal budaya makan serangga ini berawal.
Menurut dokumen dari Organisasi Makanan dan Pertanian (FAO), memakan serangga tidak hanya sehat, tetapi juga ramah lingkungan. "Serangga hanya membutuhkan 2 kg pakan untuk menghasilkan 1 kg daging, dan 8 kg pakan dibutuhkan untuk menghasilkan 1 kg daging sapi," ungkap dokumen tersebut.
Selain semut di atas nanas, seorang koki bernama Paulo Yoller di Sao Paulo juga menyajikan semut dalam burger di restorannya. Burger ini berisi daging bebas lemak yang dibumbui dengan saus semut.
"Di sini kebanyakan koki meniru apa yang dilakukan di Italia, Spanyol atau Perancis, tapi aku percaya dengan gastronomi asli Brazil," tuturnya. "Inilah mengapa aku menggabungkan bahan makanan asli dengan resep makanan cepat saji."
(wk/)